Ratusan gay dan ibu rumah tangga Kabupaten Sukabumi menderita HIV/AIDS, ini 5 faktanya

Di Kabupaten Sukabumi, kaum gay positif HIV/AIDS mencapai 213 orang.

Penyakit HIV/AIDS nampaknya masih menjadi momok menakutkan di tengah masyarakat ya, Gaess. Tak terkecuali di Kabupaten Sukabumi, Gaess, jumlahnya (tahun 2017) mencapai 662 kasus HIV/AIDS lho. Mayoritas kelompok yang terjangkit penyakit mematikan itu adalah kaum gay.

Tapi jangan dulu apriori sama kaum ini Gaess, soalnya ini yang miris, kelompok masyarakat kedua yang paling banyak positif HIV/AIDS adalah ibu rumah tangga alias IRT. Waduhhh, kok bisa? Ini lima faktanya nya, Gaess.

1. Gay dan IRT penderita HIV/AIDS

Kalangan lelaki seks lelaki (LSL) alias gay mendominasi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi. Kenyataan itu merujuk pada pendataan berdasarkan kelompok risiko orang dengan HIV-AIDS (ODHA) kumulatif pada 2013-2017. Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Dian Hendayana Saputra menyebutkan jumlah gay dalam kasus HIV mencapai 213 orang. Disusul, dari kalangan ibu rumah tangga sebanyak 144 orang.

BACA JUGA:

5 fakta diduga disetrika atasan, kasus buruh garmen di Parungkuda Sukabumi berujung mediasi

Keren, bunga cantik asal Sukabumi digemari orang Jepang, ini 5 infonya

2. Wanita pekerja seks dan anak penderita HIV/AIDS

Setelah gay dan IRT, kelompok lain yang banyak menderita HIV/AIDS adalah wanita pekerja seks (WPS) sebanyak 100 kasus. Lalu ada anak-anak penderita HIV/AIDS sebanyak 38 orang. Sisanya ada pengguna napza (pemadat) suntik sebanyak 37 orang, dan waria sebanyak 16 orang.

3. Penderita HIV/AIDS tersebar di seluruh 47 kecamatan

Lalu bagaimana dengan sebaran penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi? Menurut KPA, kasus HIV-AIDS tersebar di hampir seluruh 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Tak hanya itu, KPA juga menambahkan dari waktu ke waktu jumlah penderita meningkat signifikan. Contohnya pada 2015 lalu, kasus baru HIV-AIDS hanya sebanyak 80 orang penderita. Jumlah kasus baru meningkat pada 2016 menjadi sebanyak 100 kasus dan 2017 meningkat lagi menjadi 172 kasus.

BACA JUGA:

Keren Sis, 5 gadis Sukabumi tetap aktif dan pede dengan hijab syar’i

Sri Ranti srikandi asal Sukabumi di Asian Games 2018, ini 5 infonya

4. Laki-laki mendominasi penderita HIV/AIDS

Dari data KPA, kasus HIV/AIDS berdasarkan jenis kelamin setiap tahunnya didominasi oleh laki-laki. Sementara, bila berdasarkan usia setiap tahunnya, yaitu peringkat pertama didominasi pada usia 25-49 tahun, peringkat kedua yaitu 20-24 tahun, dan peringkat ketiga pada usia 15-19 tahun serta sisanya 5-14 tahun dan <4 tahun.

Hingga saat ini, KPA Sukabumi berupaya mewujudkan tiga zero dalam penanggulangan HIV-AIDS. Ketiganya, yakni zero atau tidak ada lagi kasus baru infeksi HIV, kedua zero atau tidak ada kasus kematian, dan ketiga tidak ada lagi diskriminasi terhadap pengidap HIV.

5. MUI prihatin penderita HIV/AIDS ibu rumah tangga

Banyaknya penderita HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga (IRT) telah membuat prihatin patron keagamaan MUI Sukabumi. Menurut beberapa tokoh MUI, hal ini mesti menjadi perhatian utama semua pihak, tak hanya pihak pemerintah. MUI mengkhawatirkan jika IRT mengidap penyakit ini, mereka akan menularkan kepada anak-anaknya.

Oleh karena itu, MUI Sukabumi telah melakukan dua gerakan yakni pemberdayaan ekonomi syariah dan perbaikan akhlak. Penyebaran HIV-AIDS salah satunya sebagai bagian dari dampak perzinahan. Masyarakat diajak untuk memakmurkan kegiatan ibadah di masjid. Masjid merupakan benteng akidah, ibadah, dan dakwah bagi umat Islam. (dari berbagai sumber)

  • 33
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *