Kendala dan 5 info tentang rel ganda Sukabumi-Bogor

Walaupun tanahnya milik PT KAI, lahan tetap harus dibebaskan.

Proses pembangunan rel ganda (double track) Sukabumi-Bogor masih mengalami berbagai hambatan. Salah satunya adalah proses pemberian uang kerahiman untuk pembebasan lahan. Lho, bukannya di sekitar rel kereta itu tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI)? Kok harus bayar untuk pembebasan lahan?

Ini lima info tentang proses pembangunan rel ganda Sukabumi-Bogor yang kamu mesti tahu, Gengs!

1. Dibudget Rp2T untuk mempercepat laju ekonomi

Sejak akhir 2017, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mulai membangun jalur rel ganda (double track) Bogor-Sukabumi sepanjang 57 km secara bertahap. Adapun investasi yang dikeluarkan untuk proyek ini adalah sekitar Rp2 triliun. Dana investasi tersebut sudah termasuk pembebasan lahan dan pemasangan beton penyangga dan rel.

Anggaran berasal dari APBN yang dialokasikan ke Kemenhub. Tujuan dibangunnya jalur ganda adalah untuk meningkatkan trafik perjalanan kereta api dari Bogor menuju Sukabumi maupun sebaliknya. Kemudian, pembangunan double track diharapkan akan mempercepat laju perkembangan ekonomi di Sukabumi.

2. Berdampak pada agrobisnis dan pariwisata

Pembangunan double track juga diprediksi akan meningkatkan perkembangan bisnis agrobisnis dan pariwisata di Sukabumi. Demikian ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo akhir tahun lalu. “Banyak tempat-tempat yang sangat eksotis, potensial, cantik, indah, tapi kalau menuju ke sana 6 jam siapa yang mau datang. Itu dari Bogor lho ya dari Jakarta 8 jam, siapa yang mau datang? Inilah alternatif kepada masyarakat yang kita berikan, nanti Tol Bocimi jadi naik mobil silakan ke Sukabumi. Enggak seneng naik mobil, mau naik kereta api, ada kereta api, sudah jalur ganda ada,” tandas Jokowi.

BACA JUGA:

Tol Bocimi dioperasikan Oktober 2018, namun masih ada kendala, ini 5 infonya

Mangkrak 18 tahun, ini 5 catatan jalan panjang pembangunan Tol Bocimi

Keren Gaess, telan biaya Rp400 miliar, ini 5 fakta Bandara Sukabumi

3. Terkendala pembebasan lahan

Double track Sukabumi-Bogor ditargetkan operasional tahun 2020. Namun sampai bulan Agustus ini, proses pembangunan terkendala pembebasan lahan.  Pembayaran kerahiman sendiri untuk sekitar 550 kepala keluarga di sepanjang jalur Cicurug-Cigombong. Walhasil perkembangannya sejauh ini baru 10 persen.

Proses pembayaran uang kerahiman itu masih belum dilakukan lantaran masih menunggu keputusan dari (Pejabat) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan. Terkendalanya proses pembayaran uang kerahiman tersebut pun berimbas pada minimnya progres pembangunan rel ganda Sukabumi-Bogor seksi Cicurug-Cigombong sepanjang tujuh kilometer.

4. Serap tenaga kerja lokal

Proyek pembangunan double track Sukabumi-Bogor sepanjang 57 kilometer itu merupakan bagian dari program padat karya. Artinya, akan ada banyak tenaga kerja yang diserap, khususnya warga lokal. Sampai Agustus,  menurut Menteri Budi Karya, sudah ada 200 warga lokal terlibat dalam pengerjaan tahap pertama jalur ganda KA Bogor-Sukabumi yang membentang mulai dari Cicurug hingga Cigombong.

Menteri Budi menambahkan, akan ada 1.420 tenaga kerja yang bakal diserap selama pengerjaan proyek tersebut dengan total biaya upah yang dialokasikan sebesar Rp 13 miliar. Per hari itu, para tenaga kerja itu menurut Menteri Budi mendapat Rp100 ribu. Jadi kalau full kerja sebulan dapat Rp 3 juta.

5. Untuk mengurai kemacetan

Alasan percepatan pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi adalah untuk mengurai kemacetan kendaraan di jalan raya dengan rute Ciawi-Sukabumi. Saat ini waktu yang dibutuhkan pengendara mobil dari Bogor ke Sukabumi sekitar 4-5 jam. Itu waktu yang luar biasa untuk jarak tempuh 50 km.

Rencana lain, menurut Menteri Budi Karya, 1 rangkaian kereta api terdiri dari 9 atau 10 gerbong sehingga kapasitas penumpang yang diangkut lebih banyak. Saat ini 1 rangkaian hanya 6 gerbong saja.

Semoga pembangunan double track bisa tambah mengurai kemacetan di rute Sukabumi-Bogor ya, Gaess. (dari berbagai sumber)

 

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *