Kota Sukabumi “Diteror” coretan vandalisme berkarakter emoji, ini 5 infonya

Tak hanya tembok, mobil pun dicoret oleh kelompok vandalis misterius.

Ada-ada saja kelakuan orang perusak alias vandalisme. Kota Sukabumi sepekan belakangan dihebohkan oleh beberapa coretan vandalisme. Parahnya, yang menjadi sasaran vandalisme bukan hanya tembok, tetapi juga mobil yang diparkir di jalan.

Ini dia lima infonya, Gaess.

1. Coretan mirip logo emoji

Aksi coretan serampangan atau vandalisme tersebut mirip logo emoji sedih dan senang. Lokasinya bertebaran mulai dari tembok, pintu toko hingga mobil warga. Menurut saksi warga Jalan Siliwangi, mobil mereka kena coretan diduga hari Jumat (31/8) malam. Aksi vandalisme menggunakan cat semprot.

2. Siapa pelakunya?

Coretan emoji menggunakan cat semprot berwarna hitam itu berdampingan dengan sebuah tulisan “Snopez”. Apa itu Snopez? Jangan-jangan nama geng pelaku vandalisme. “Tiga bulatan saling bersambungan mirip bentuk emoji, di samping coretan hitam itu ada tanda tangan menggunakan cat semprot hijau kalau dibaca kurang lebih tulisannya Snopez,” ungkap seorang saksi seperti dikutip dari Detik.com.

BACA JUGA:

Maraknya street crime di Kota Sukabumi terkait narkoba, ini 5 infonya

5 info arca Ganesha di Gunung Tangkil, warga Sukabumi mesti ngeh

3. Warga resah

Selain pemilik mobil yang resah karena mobilnya jadi korban vandalisme, warga Kota Sukabumi juga merasakan keresahan yang sama. Warga di Jalan Baledesa yang dinding dan pintu toko warga jadi sasaran pelaku juga mengaku resah karena menurut mereka coretan tersebut malah makin banyak setiap hari.

Selain di Jl Baledesa, coretan sama juga bertebaran di Jalan Siliwangi, Baldes, Ahmad Yani, Jalan Sudirman, RE Martadinata dan Jalan Rumah Sakit.

4. Pengen Hits Aku Tuh…

Pelaku vandalisme diduga anak iseng yang ingin mencari popularitas. Indikasinya, pada coretan di salah satu spanduk renovasi bangunan rumah makan di Jalan Samsudin SH, si pelaku menyertakan pesan bertulis, “Pengen Hits Aku Tuh…”

Oalah pengen terkenal kok sambil merugikan orang lain, bagaimana!

5. Dikhawatirkan memancing reaksi kekerasan

Pihak aparat keamanan harus segera menangkap pelaku, karena dikhawatirkan aksi vandalisme itu akan memicu reaksi kemarahan dan kekerasan. Indikasinya dikatakan oleh komunitas Sukabumi Bikers Comunity (SBC). Salah satu anggota SBC mengaku geram dengan perbuatan pelaku vandalisme itu. Mereka khawatir akan dipersalahkan karena mereka sering nongkrong malam di Jalan Siliwangi.

Bukan tidak mungkin komunitas SBC akan melakukan penangkapan sendiri kepada pelaku vandalisme dan bisa berakibat kekerasan. Oleh karena itu, pihak aparat harus segera mengungkap pelaku vandalisme yang misterius itu. (dari berbagai sumber)

  • 16
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *