Keren Gaess, dana 3 T untuk kawasan ekonomi khusus Cikidang Sukabumi, ini 5 infonya

KEK Cikidang rencananya ditetapkan awal 2019.

Kabupaten Sukabumi terus bergeliat dalam upaya pengembangan industri pariwisata. Setelah sukses dengan Geopark Ciletuh-nya, kini daerah Kecamatan Cikidang bakal menjadi fokus pengembangan agrowisata. Tak tanggung-tanggung, bahkan pengembangan pariwisata Cikidang akan diback-up penuh oleh pemerintah pusat. Salah satunya, Cikidang akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk bidang pariwisata.

Penasaran dengan kabar pembentukan KEK Cikidang? Berikut lima round up informasi yang dirangkum oleh redaksi sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber yang kredibel.

1. Bersama Pangandaran, Cikidang Sukabumi bakal jadi KEK

Kabar gembira bagi warga Sukabumi mencuat dari acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Grand Ballroom Trans Studio, Kota Bandung, Selasa (13 November). Kabar yang dimaksud adalah pemerintah pusat menyatakan akan segera membentuk dua KEK di Jabar, yaitu kawasan Cikidang di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Pangandaran.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang turut menghadiri Musrenbang RPJMD Jabar itu. Perihal pengembangan pariwisata di dua daerah tersebut, Arief menegaskan bahwa core economy bangsa Indonesia adalah pariwisata yang sudah terbukti.

“Kita sudah mengusulkan ada dua kawasan ekonomi khusus pariwisata, satu di Sukabumi, satu di Pangandaran. KEK Pangandaran dikhususkan untuk wisata bahari, sedangkan KEK Sukabumi untuk agrowisata,” ujar Arief.

2. Disiapkan dana 3 T dan target penetapan awal 2019

Keseriusan pembentukan KEK Cikidang lebih lanjut ditegaskan Menpar Arief dengan memberi bocoran bahwa pemerintah pusat siap menggelontorkan dana sampai 3 triliun untuk KEK Cikidang. Menpar Arief juga menambahkan jika tak ada halangan KEK Cikidang bisa ditetapkan para triwulan pertama tahun 2019.

“Kalau Cikidang, anggarannya kira-kira Rp3 triliun. Kalau Pangandaran lebih besar, total Rp5 triliun, jadi Rp8 triliun,” sebut Menpar Arief. “…. Jadi tadi saya janjikan triwulan pertama tahun 2019 akan selesai. Langsung penetapan dari pemerintah pusat nanti dipimpin oleh Kementerian Perekonomian,” tambahnya.

BACA JUGA:

Keren Gaess, telan biaya Rp400 miliar, ini 5 fakta Bandara Sukabumi

Bandara Sukabumi ditargetkan operasional 2020, ini 5 faktanya Gaess

3. Apa kata Kang Emil?

Agar tercapai rencana pembentukan dua KEK di Jabar, termnasuk Cikidang, ditekankan Menpar Arief membutuhkan keseriusan dan kerja kerasa baik dari pemerintah provinsi (pemprov) maupun kabupaten (pemkab).

“Tantangan“ Menpar Arief dijawab oleh komitmen Gubernur Ridwan Kamil (Kang Emil) untuk berjuang mewujudkan KEK Pangandaran dan Cikidang Sukabumi. Walaupun tahu itu tidak mudah, Kang Emil menyampaikan komitmen khusus untuk sektor pariwisata di Jabar. Dia bertekad, pariwisata akan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Jabar di masa depan.

“Sedang diproses KEK supaya mem-bypass birokrasi yang mungkin terlalu lambat di mata dunia. Satu di Sukabumi, satu di Pangandaran. KEK itu susah, syaratnya berat. Jadi dua dulu,” tandas Kang Emil.

4. Apa kata Wabup Adjo?

Sementara itu, dari Pemkab Sukabumi, Wabup Adjo menyampaikan bahwa pihaknya secara keseluruhan akan melakukan kolaborasi untuk menyambut program dalam RPJMD provinsi Jawa Barat. Wabup Adjo juga menyambut gembira rencana pembentukan KEK Cikidang dan berharap penetapan KEK Cikidang tersebut bisa berdampak juga kepada pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi, khususnya jalan akan semakin baik.

Walau demikian, Wabup Adjo mengakui pula tak gampang untuk mewujudkan sebuah KEK. “Walaupun tantangannya saat masih cukup berat, karena setiap destinasi tentu kita harus tunjuk badan pengelola, meningkatkan fasilitas akomodasi, meningkatkan sumber daya manusianya juga” terangnya.

5. Apa itu KEK? Dan apa keistimewaannya?

Tunggu dulu, apa sih KEK itu? Banyak dari warganet Sukabumi mungkin belum faham betul tentang KEK.

Well, KEK dimaknai sebagai kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Pengembangan KEK juga bertujuan untuk mempercepat pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan. Salah satunya dibuat regulasi yang membuat investor mudah berinvetasi di KEK, jadi semacam bypass birokrasi.

Untuk diketahui, merujuk pada www.kek.go.id, sampai saat ini pemerintah telah menetapkan 12 KEK, yaitu KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-Api, KEK Sei Mangkei, KEK Arun Lhokseumawe, dan KEK Galang Batang.

Khusus untuk KEK industri pariwisata ada empat, yaitu KEK Morotai, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, dan KEK Tanjung Kelayang. Nah, jika jadi KEK Pangandaran dan KEK Cikidang, maka KEK Pariwisata bertambah dua lagi.

Semoga saja bisa terwujud KEK Cikidang ya, Gaess. Dengan harapan akan meningkatkan taraf hidup warga Sukabumi. Aamiin. (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *