Teknologi tak selalu ngertiin kamu, ini 5 fobia teknologi gen XYZ Sukabumi mesti tahu

Ada yang takut buat selfie? Walah!

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu. Perlu diingat, fobia sudah termasuk ke dalam penyakit gangguan kecemasan (anxiety disorder). Rasa takut bisa tiba-tiba muncul saat menghadapi situasi tertentu, atau berada di satu tempat tertentu, atau juga saat melihat hewan tertentu. Dalam kondisi yang parah, penderita fobia akan sangat histeris dan berusaha menghindar dari objek yang dapat memicu ketakutan tersebut.

Eh tunggu dulu, selain tempat, situasi atau hewan, fobia juga ternyata bisa terjadi dengan hal-hal berbau teknologi. Uniknya, fobia terhadap teknologi ini dianggap sebagai rasa ketakutan yang aneh dan sangat jarang dialami oleh manusia. Bahkan, para psikolog pun belum bisa menemukan cara untuk menyembuhkannya. Waduh!

Berikut lima fobia terhadap teknologi yang gen XYZ Sukabumi mungkin belum tahu.

1. Cyberphobia

Cyberphobia adalah ketakutan terhadap komputer atau bekerja menggunakan komputer. Si pengidap fobia biasanya akan takut atau cemas berlebih dengan apapun yang berhubungan dengan komputer. Biasanya fobia ini terjadi pada orang yang antiteknologi.

Walah-walah, padahal sekarang jaman teknologi canggih di mana semuanya serba komputer. Jangan sampai gen XYZ Sukabumi mengidap fobia ini, ya.

2. Selfiephobia

Fenomena selfie dewasa ini bak wabah yang menyerang seantero jagat. Dengan perkembangan teknologi digital, semua orang di berbagai sudut dunia mengenal selfie. Namun demikian, tahu gak gen XYZ Sukabumi? Ternyata di balik booming-nya fenomena selfie ini, ada orang yang malah takut selfie. Walah, kok bisa?

Namanya selfiephobia dan itu merupakan ketakutan untuk mengambil foto diri sendiri dan takut mengunggahnya ke internet. Di antara penyebabnya adalah takut disalahgunakan oleh orang lain. Mereka, penderita selfiephobia, biasanya juga memiliki kepercayaan diri yang kurang. Kalau kalian sih pada pede kan, ya?

BACA JUGA:

Air rebusan pembalut kok bisa bikin mabuk? 5 info ini gen Y Sukabumi harus ngeh

Waduh, 56% orang dunia bakal nganggur gegara teknologi, gen XYZ Sukabumi siap?

Bikin malu, prostitusi online ‘Sukabumi Asyik,’ omzet Papih Rp7,5 juta per hari

3. Technophobia

Fobia satu ini bisa dikatakan sebagai biangnya semua fobia teknologi, Gaess. Techonophobia adalah rasa takut berlebihan terhadap segala sesuatu yang berbau teknologi. Sulit dibayangkan ya Gaess, bagaimana orang yang mengidap fobia ini hidup di era teknologi yang serba canggih seperti saat ini.

Bagi pengidap fobia ini, semua inovasi terbaru menimbulkan rasa cemas karena bisa membahayakan hidupnya. Walah!

5. Nomophobia

Nomophobia adalah kependekan dari “No Mobile Phone Phobia.” Bisa dikatakan nomophobia merupakan rasa takut dan cemas apabila seseorang jauh dari ponsel atau gadget. Si pengidap tidak bisa jauh-jauh dari gadget-nya. Pengidap fobia ini akan mulai merasa depresi saat mengetahui baterai ponsel mulai menipis. Mereka juga sering membawa ponsel ke kamar mandi atau bahkan mimpi kehilangan ponsel.

Nah..nah, gen XYZ Sukabumi ada gejala seperti itu? Hati-hati ya, Gaess. Hidup ini bukan hanya soal kamu dan gadget kamu saja.

5. Telephonobia

Fobia satu ini “saudara kembar” dengan nomophobia. Telephonobia adalah rasa takut berlebihan yang dialami saat menerima panggilan telepon. Rasa cemas meningkat saat mengetahui telepon yang masuk berasal dari nomor yang tidak dikenal. Biasanya, fobia jenis ini terjadi terhadap orang yang sering ditagih hutang atau yang sering diteror lewat telepon.

Itu dia Gaess lima fobia terhadap teknologi. (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *