Pogba-Shancez nyinyir, Lingard-Bailly respek, 5 komen Mou dipecat Mancunian Sukabumi sudah tahu?

“He f***ed with the wrong baller.” “Dia (Mou) macam-macam dengan pemain yang salah,” twit Pogba .

Pemecatan “The Special One” Jose Mourinho oleh Manchester United (MU) memunculkan beragam komen dari berbagai pihak, termasuk para pemain MU.  Ada komen yang nyinyir, ada juga komen yang respek terhadap manajer asal Portugal.

Mau nyinyir atau respek, beragam komen itu semakin menegaskan Mourinho sebagai pelatih sepakbola paling kontroversial di dunia. Di satu sisi, Mou mendulang banyak prestasi dan mengorbitkan tak hanya pemain tetapi juga pelatih. Di sisi lain, Mou juga mendapat banyak musuh akibat kebijakan-kebijakannya sebagai pelatih. Namun demikian, bukankah itu risiko menjadi pelatih bola?

Nah, Mancunian (fans MU) Sukabumi pasti kebanyakan sudah tahu komen-komen itu. Berikut lima komen paling panas pasca pemecatan Mourinho oleh manajemen MU.

1. Komen dan ekspresi nyinyir Paul Pogba

Komentar paling kontroversial perihal pemecatan Mourinho datang dari bintang MU peraih trofi Piala Dunia bersama Prancis, Paul Pogba. Pertama sekali, Pogba yang kerap tak dimainkan oleh Mourinho memasnag wajah nyinyir di instagramnya dengan komen, “Caption this” kira-kira secara bebas diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi, “makan tuh!”

Selang bebera saat setelah postingan itu, Pogba yang nampaknya belum puas nyinyir kembali memposting komen lain. Kali ini lebih jelas lagi sebagai ungkapan kekesalan di tweeternya. ”Dia pikir dia bisa mempermalukan aku dan memprovokasi fans (MU) untuk membenciku. Dia macam-macam dengan pemain yang salah.”

2. Pogba dihujat dan dibela

Akibat dari komennya, Pogba dihujat berbagai pihak termasuk legenda MU, Gary Neville. Pemain yang kini menjadi pundit terkemuka Inggris mentwit, “’Caption this.’ You do one as well!” Maksud Neville, Pogba mestinya mikir karena kemerosotan MU juga dia penyebabnya.

Namun demikian, Pogba mendapat pembelaan dari hujatan Neville itu. Salah satu pembelaan datang dari legenda Arsenal, Ian Wright yang juga kini menjadi pundit dan kerap beradu analisis dengan Neville.  Wright mengingatkan komentar-komentar itu hanya memperburuk keadaan MU sendiri.

“Twit Paul Pogba jelas terkirim secara otomatis dan dikirim sebuah manajemen perusahaan sponsor. Itu twit bersponsor,” kata Wright membela Pogba.

BACA JUGA:

Keren Gaess, tiga palajar Cicurug Sukabumi raih medali Kejurnas Tarung Bebas Indonesia

Tiga klub Inggris hadapi duel panas di Champions, 5 komentar sportizen Sukabumi mesti tahu

Senjakala “the special one,” 5 catatan Mou dipecat MU sportizen Sukabumi mesti tahu

3. Sanchez dan Rojo bertaruh pemecatan Mourinho

Komentar kontroversial lainnya datang dari Alexis Sanchez. Bintang asal Chile yang belakangan kerap diparkir di bangku cadangan oleh Mourinho mengungkapkan perasaan leganya dengan pemecatan Mou. Sanchez ketahuan mengirim pesan singkat kepada sesama rekannya, Marcos Rojo.

“I told you so!! Patience is all it takes. Rojo you owe me £20k.” “Aku bilang juga apa!! Sabar adalah kuncinya. (Marcos) Rojo kamu berhutang padaku 20 ribu poundsterling.” Komentar itu dinilai tidak menunjukkan respek kepada Mourinho.

4. Respek kepada Mourinho

Walau ada komentar nyinyir kepada Mourinho, tak sedikit juga komentar respek kepadanya terutama datang dari pemain MU. Salah satu yang berkomentar respek adalah gelandang jebolan asli MU, Jesse Lingard. “Thank you for the wisdom,” ujar Lingard. Twit Lingard mendapat like dari striker asal Prancis, Anthony Martial.

Pemain-pemain lain memberi komentar respek adalah duo bek Eric Bailly dan Diogo Dalot, serta pemain muda yang diorbitkan Mou, Santi Gomes. Di antaranya Bailly yang asal Pantai Gading menulis twit, “Apapun yang mereka katakan, aku akan selalu berterima kasih kepada orang yang memberiku kesempatan debut di Old Trafford. Terima kasih untuk semua pelajaran yang kau berikan. Good luck, coach!”

5. Lalu, apa komen Mou sendiri?

Jose Mourinho dikatakan ingin melupakan apa yang terjadi di MU, terutama soal pemecatan dirinya. “Aku menyimpan hal-hal yang bagus dan aku tak ingin berbicara tentang apa yang terjadi di internal klub,” tandasnya.

“Manchester United punya masa depan tanpaku dan aku punya masa depan tanpa Manchester United. Semua berakhir, inilah aku dan beginilah aku adanya. Aku takkan membela diri dan bercerita yang buruk tentang klub. Aku ingin melanjutkan kehidupan personalku!” (dari berbagai sumber)

  • 11
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *