Keren Gengs, ini lho 5 karya lukis tidak biasa karya seniman Sukabumi

Lukisan tidak lagi identik dengan kanvas dan cat.

Tidak hanya keindahan wisata alam saja yang banak tersebar di wilayah Sukabumi ya, Gengs. Tetapi juga keindahan karya seni seperti lukisan karya pelukis-pelukis Sukabumi juga tak kalah indah dan memesona mata siapapun yang melihatnya.

Namun, kali ini sukabumiXYZ.com tidak akan mengulas soal keindahan sebuah karya lukis. Redaksi kali ini memilih lima karya lukis tidak biasa karya para seniman Sukabumi masa kini.

Disebut tidak biasa karena mereka memilih media lukis, aliran, dan teknis melukis yang terbilang tidak lazim namun tetap bernilai tinggi sebagai sebuah karya seni.

Berikut lima karya lukis tdak biasa kreasi seniman Sukabumi pilihan redaksi.

1. Lukisan limbah trileks 

Salah satu yang unik saat ini hadirnya seni lukis aliran kubis abstrak dengan memanfaatkan limbah pabrik karya seniman Ranto. Seniman yan tinggal di Perum Selabumi Indah, Jalan Asmita Ajmali, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, ini menceritakan karya lukis yang sudah dibuatnya sejak tahun 2001 itu.

Menurutnya, limbah pabrik memiliki manfaat yang bagus daripada dibuang dan dibakar begitu saja, dengan mengubahnya menjadi sebuah karya lukis yang bisa menghasilkan uang dengan bahan triplek dan kayu bekas dari limbah pabrik serta cat.

Karya seni lukis yang dihasilkan Ranto menggambarkan keindahan alam, hewan serta simbol-simbol kehidupan. Teknik yang dipakainya bukan sekadar grafis, tetapi juga teknik melukis yang digunakan. Karya lukisnya fokus membidk pasar hiasan dinding dan souvenir, sehingga menjadi lukisan khas yang simpel dan langsung siap pajang.

2. Lukisan tiga dimensi

Di era modern, teknik dan media lukis sangat beragam, dari mulai kanvas, kaca, hingga tembok interior sebuah bangunan. Dengan kedalaman warna dan cita rasa, terciptalah sebuah lukisan tiga dimensi.

Di Sukabumi, terdapat banyak seniman lukis tiga dimensi, dua di antaranya adalah Abdi Djiska (37) dan Prakosa Bayu (39), yang sering nongkrong di Jalan Perintis Kemerdekaan, samping Kantor Kejaksaan, Kota Sukabumi.

Mereka mulai menggeluti dunia seni lukis sejak 2001, ketika menemukan kenikmatan dari aktivitas melukis sketsa dengan pensil. Sejak itu, mulai serius secara otodidak mendalami seluk beluk lukisan, mencari metode dan cara melukis, untuk menghasilkan sebuah karya yang layak dinikmati.

Bahkan, Bayu yang pernah bekerja di sebuah galeri itu, pernah menjual sebuah karyanya, lukisan Bunda Maria, seharga Rp35 juta.

BACA JUGA:

Pesepakbola, gitaris, pilot, hingga ekonom, ini 5 tokoh Sukabumi dikenal di mancanegara

Ini dia 5 tokoh olah raga dari Sukabumi, dari wasit FIFA, sniper, hingga Zorro

Menyapa saksi sejarah perjalanan Tionghoa di Sukabumi

3. Seni lukis bakar

Melukis tidak selalu dengan media kanvas atau tembok dengan catnya. Banyak rupa yang dihasilkan para seniman Sukabumi, salah satunya Mochamad Shidiq Syaefulrachman (24).

Pemuda lulusan jurusan otomotif SMK Negeri 4 tahun 2011 ini sedang menekuni seni lukis bakar dengan media kayu dan alat pen menyerupai solder listrik. Puluhan karya lukisnya mulai dari gambar pemandangan alam, binatang, hingga wajah-wajah musisi dunia telah dihasilkannya.

Belum lagi lukisan-lukisan sesuai pesanan, seperti lukisan keluarga dan wajah pribadi. Bahkan dua warga negara Belanda dan Jepang turut pula memesan wajahnya untuk dilukis oleh pemuda asal Gang Lipur, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Parang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi itu.

Menggambar dengan alat solder listrik di atas kayu dipelajarinya secara otodidak. Sejumlah gambar sketsa wajah musisi dunia seperti John Lennon dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) almarhum Munir berhasil dilukis di atas kayu. Tidak semua kayu dapat dijadikan media melukis, Shidiq menyebut tiga jenis kayu yang baik digunakan sebagai media, yakni pinus, damar dan bayur.

4. Lukisan karikatur

Jiwenk (43), lewat goresan pensil teliti, mengamati detail wajah seseorang yang akan dilukisnya di atas kertas. Hanya dalam waktu lima hingga sepuluh menit bagi seniman Kota Sukabumi ini sudah mampu melukis sketsa wajah.

Medianya pakai pensil dan kertas. Pensilnya juga macam-macam. Bisa pakai 2B, HB, 8B, tergantung kebutuhan. Bisa menggambar begini, sudah lumayan lama. Sekali menggambar ia bisa meneyelsakan dalam waktu lima sampai sepluh menit. Untuk melukis secara detail, membutuhkan waktu hingga sehari.

Jiwenk memang sudah gemar melukis dan menggambar sejak kecil. Spesialisasinya adalah menggambar karikatur.

5. Kaligrafi bahasa Sunda

Salah satu karya lukis yang menjadi sorotan saat ini yakni seni reka aksara Sunda berbentuk kaligrafi yang dikembangkan seniman asal Kota Sukabumi Rida Pranata Sandi (50).

Rida mengklaim bahwa baru dirinya yang mengembangkan seni reka aksara Sunda di Jawa Barat. Seni tersebut dituangkan dirinya dalam bentuk lukisan yang berjumlah sekitar 50 buah, kaos, cangkir serta batik yang saat ini masih didesain.

Selain dituangkan dalam bentuk lukisan, kaos dan cangkir, seni reka aksara sunda juga ditulis dalam bentuk sebuah buku yang berjudul Jati Sunda karya Rida sendiri. Buku tersebut bahkan telah mendapat pengakuan dari pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena berisikan tulisan bahasa sunda yang sebenarnya.

Sebagai orang sunda, ia merasa sudah seharusnya generasi muda diberikan pendidikan khusus tentang bahasa Sunda yang benar. Jangan sampai sepuluh tahun ke depan, ada pelajar yang tidak bisa berbahasa Sunda dengan baik dan benar.

Meskipun seni aksara Sunda yang dikembangkan Rida dikenal pecinta seni di Indonesia. Namun, di Kota Sukabumi sendiri tidak banyak yang mengenalnya.

Rida bertekad, dirinya bersama rekan-rekannya tetap terus berkomitmen melestarikan dan mengembangkan budaya sunda. Karena jangan sampai sebagai orang Jawa Barat menjadi penonton di rumah sendiri, karena kalah bersaing dengan budaya luar.

Wuihhh, keren-keren ya, Gengs. Ayo kamu buat deh sesuatu yang berbeda, agar tidak banyak saingan dalam memasarkannya. Hehehe(dari beragai sumber)

  • 13
    Shares
Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *