Madridista Sukabumi dah ngopi belum? Ini 5 drama “si tonggos” Suarez bantai El Real

Siapa yang bakal gantikan Santiago Solari di Madrid? Mourinho, Conte atau Wenger!

Laga kedua babak semifinal Copa del Rey antara Real Madrid vs Barcelona, Kamis (28 Februari) dinihari, berakhir untuk kemenangan tim tamu dengan skor 0-3. Luis Suarez lah yang sukses menjebol gawang El Real dua kali dan memimpin timnya lolos ke final. Di final, Barca akan menghadapi pemenang antara Valencia vs Real Betis.

Nah, kalian Madridista Sukabumi sudah pada ngopi belum? Ngopi lah dulu biar gak terlalu baper sama “si Tonggos” Suarez. Hehe.. Berikut lima drama dari laga El Clasico babak semifinal kedua Real Madrid vs Barcelona.

1. Suarez bikin pedih Madridista

Kegemilangan “si Tonggos” Suarez menjebol gawang Keylor Navas merupakan hasil perubahan formasi di babak kedua yang dilakukan oleh Barcelona. Messi dimajukan sejajar dengan Suarez di lini depan, dan dampaknya luar biasa. Di menit ke-50, Ousmane Dembele berhasil melewati Carvajal dan mengirimkan bola ke depan gawang yang langsung disambar Suarez.

Sementara itu, gol kedua Suarez dicetak dari titik penalti di menit ke-73, usai sebelumnya bek Madrid Raphael Varane melakukn gol bunuh diri. Wasit menunjuk titik penalti usai pelanggaran yang dilakukan oleh Casemiro yang menginjak kaki Suarez di dalam kotak penalti. Eksekusi penalti pun dengan mantap dilakukan Suarez, skor 0-3 (agregat 1-4) dan pupus sudah harapan Real Madrid di Copa del Rey.

Well, kalah itu pedih jenderal..hehe!

2. Solari: kami kalah terhormat

Nah, alasan harus dibuat terlepas benar atau tidaknya. Lalu, apa alasan pelatih Solari atas kekalahan ini? Solari menilai Real Madrid bermain bagus pada laga dini hari tadi. Meskipun kalah, dia menyatakan bahwa Real Madrid mengakhiri laga dengan kepala tegak ke atas.

“Kami kalah secara terhormat tetapi kami sedih karena ini adalah kekalahan yang menyakitkan bagi kami,” ujar Solari. “Ini bukan sebuah kegagalan karena ini adalah semifinal dan kami tak akan bermain di final. Jadi, kami akan mencoba lagi musim depan,” tambahnya.

Ya..ya..ya…terserah kamuh lah Ferguso..hehe!

BACA JUGA:

Sarri out Zidane in, 5 drama #ChelseaVsMU bikin fans Chelsea Sukabumi nangis

“Si Badung” Costa ledek CR7, 5 drama #AtleticoVsJuve bikin Juventini Sukabumi baper

Balaga sih, jadi Chelsea eleh, 5 drama #finalCarabaoCup

3. Ketangguhan ter Stegen gagalkan gol Vinicius Junior

Sebenarnya, alasan Solari ada betulnya. Faktanya, di sepanjang babak pertama El Real sukses mengungguli Barca dis emua lini. Aksi bintang muda Brasil Vinicius Junior berulang kali membuat kelabakan pertahanan Barca. Untungnya Barca punya bek tangguh sekelas Marc-Andre ter Stegen.

Salah satu safe terbaik ter Stegen adalah menepis tendangan Vinicius yang bisa dikatakan seharusnya gol. Jadi, selain Suarez yang masuk headline koran, selayaknya ter Stegen pun masuk headline berkat aksinya mematahkan peluang gol Vinicius.

Secara keseluruhan Real Madrid juga menguasai pertandingan. Hal itu bisa dilihat dari statistik pertandingan. Barca biasanya menguasai bola rata-rata 60 menit. Kali ini Lionel Messi dkk hanya berada di kisaran 51 menit. Selain itu shot of target, shot on goal dan agresifitas pun dimenangkan Madrid. Jadi, beralasan memang jika Solari beralasan timnya hanya tak beruntung saja.

4. Madrid tanpa trofi musim ini

Kegagalan di Copa del Rey bagi Real Madrid nampaknya bakal menegaskan kenyataan bahwa Real Madrid bakal tanpa trofi musim ini. Di dua ajang yang masih diikuti Madrid, yaitu La Liga dan Liga Champions pun peluang Madrid juara rasa-rasanya kecil. Khusus La Liga, Gareth Bale dkk kini tercecer di posisi 3, terpaut 9 poin dari pemuncak Barca dan 2 poin dari Atletico.

Lalu di Liga Champions, memang pada laga leg pertama babak 16 besar Madrid berhasil mengalahkan Ajax 2-1. Namun kemenangan itu pun tak meyakinkan. Jika nanti pun di leg kedua Madrid menang dan lolos ke babak 8 besar, kemungkinan mereka takkan bisa menjuarai Liga Champions.

Belum lagi soal friksi di internal Madrid. Gareth Bale misalnya, di laga terakhir menunjukkan sikap pemberontakan terhadap Solari. So, bagi kalian Madridista, mungkin musim ini waktunya ngopi saja dulu…hehe.

5. Tiga kandidat pelatih Madrid musim depan

Dengan kenyataan yang digambarkan di atas, rasanya hampir pasti Solari bakal lengser keprabon musim depan. Lalu, siapa penggantinya? Siapa yang layak menghuni kursi kepelatihan di klub sebesar Real Madrid? Pastinya ya pelatih kelas dunia juga. Berikut tiga di antaranya:

– Jose Mourinho

Jose Mourinho adalah salah satu pelatih yang paling sukses dalam sepak bola dunia. Pelatih asal Portugal itu sudah menangani klub terbesar di sepak bola dunia seperti Inter Milan, Chelsea, dan Manchester United. Saat ini, ia menganggur setelah dipecat Setan Merah pada Desember tahun lalu.

Kelebihan mantan pelatih Chelsea ini pernah memimpin Real Madrid antara 2010 hingga 2013. Kala itu, ia berhasil mengakhiri dominasi Barcelona di La Liga dan masih memegang rekor poin terbanyak dalam satu musim La Liga.

– Antonio Conte

Katakanlah Madrid enggan balikan dengan Mourinho, maka alternatif lainnya adalah Antonio Conte. Conte pernah menangani Chelsea dan membantu mereka memenangkan Premier League dan Piala FA. Sebelum datang ke Chelsea, Conte memimpin Juventus dan berhasil memenangkan tiga trofi Seri A secara beruntun.

Mantan pelatih Chelsea itu pernah dikaitkan dengan Real Madrid ketika Zinedine Zidane pergi dan juga setelah Juan Lopetegui dipecat oleh klub. Jika keadaan tidak berjalan dengan baik, Conte jelas merupakan pilihan yang harus dipertimbangkan Florentino Perez.

– Arsene Wenger

Nah ini figur menarik,  Wenger merupakan salah satu sosok yang cukup dihormati di dunia sepak bola. Mantan pelatih AS Monaco dan Arsenal itu dikenal karena memainkan sepak bola menyerang yang indah dan pada saat yang sama, berhasil mengembangkan bakat muda menjadi pemain kelas dunia. Wenger memenangkan 3 gelar Premier League dan 7 Piala FA.

Madrid berada dalam fase transisi dan mereka membutuhkan pelatih yang berpengalaman. Dengan Wenger, mereka akan memiliki pelatih yang sangat berpengalaman dan dia bisa memainkan sepak bola yang menyenangkan juga. Selain itu, ia bisa mengembangkan pemain muda seperti Vinicius Jr, Mariano Diaz, Alvaro Odriozola, dan Sergio Reguilon.

Well, kita tunggu saja siapa yang menjadi pilihan Presiden Florentino Perez! (dari berbagai sumber)

  • 46
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *