13 lebih titik rawan macet di Sukabumi jelang Lebaran, 5 info mudikers mesti tahu

Seluruh 13 titik rawan macet parah itu berada di wilayah Kota dan wilayah Kabupaten.

Sukabumi macet saat Lebaran. Tak ada yang baru dengan pernyataan itu. Faktanya tiap tahun, setiap Lebaran, kemacetan selalu terjadi di berbagai titik di Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Maka poin pentingnya adalah ada tidaknya tindakan antisipatif agar tak terjadi kemacetan horor yang sampai berhari-hari.

Nah, salah satu langkah antisipatif mencegah kemacetan horor adalah dengan menginformasikan berbagai titik rawan macet di Sukabumi. Berikut lima info yang dirangkum sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

[1] Ada 13 titik rawan macet  

Sebagai langkah antisipatif mjelang arus mudik 2019, Dinas Perhubungan Kota dan Kabupaten Sukabumi berkolaborasi untuk memetakan beberapa jalur yang berpotensi menjadi titik kemacetan. Dari hasil pemetaan dinyatakan bahwa sedikitnya ada 13 titik rawan macet di Kota dan Kabupaten Sukabumi yang sebaiknya dihindari bagi para mudikers maupun masyarakat umum.

[2] Di Kabupaten, mulai Cicurug sampai Karantengah

Untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, pihak Dinas Perhubungan memprediksi etidaknya ada delapan titik rawan kemacetan pada arus mudik tahun ini. Titik-titik tersebut adalah Pasar Cicurug, pertigaan Tenjoayu, perlintasan rel kereta api Cicurug, simpang Cidahu, Parungkuda, Pamuruyan, Cibadak dan Karangtengah.

Sebagai upaya antisipasi, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi berencana menerjunkan 240 personel untuk ditempatkan di beberapa titik rawan kemacetan. Pihak Dishub terutama akan memrioritaskan dua titik yang memiliki tingkat rawan kemacetan tinggi, yakni di depan Pasar Cicurug dan Pasar Cibadak.

“Kami akan memrioritaskan di dua titik ini. Tentunya, dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan ini kami berkoordinasi dan bekerjasama dengan beberapa pihak. Misalnya saja kepolisian dan Satpol PP,” tandas Kepala Dishub (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat seperti dikutip dari Pojoksatu.id, Senin (20 Mei).

BACA JUGA:

Frekuensi kereta Bogor-Sukabumi ditambah 6 perjalanan, 5 info warganet sudah tahu belum?

Ini Dia 5 Titik Kemacetan di Kota Sukabumi, Gaess

[3] Di Kota, ada 5 ruas rawan macet

Sementara itu, menurut data pemetaan Dishub Kota Sukabumi, sedikitnya ada lima ruas jalan yang diprediksi menjadi titik rawan kemacetan. Titik-titik tersebut di antaranya Jalan A Yani, Jalan RE Martadinata, Jalan Oto Iskandar Dinata, Jalan Kapten Harus Kabir dan Jalan Stasiun Timur Barat.

Sebagai langkah antisipasi, Kadishub Kota Sukabumi, Abdulrachman mengaku telah menyiapkan berbagai upaya untuk menekan kepadatan kendaraan di titik kemacetan. Salah satunya, dengan melakukan pengalihan kendaraan ke Jalur Lingkar Selatan.

“Untuk kendaraan menerus, artinya baik dari arah Jakarta maupun Bandung dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan. Sehingga, penumpukan kendaraan di pusat kota bisa diminimalisir dan ini bakal diberlakukan H-10 Idul Fitri,” jelas Abdulrachman. “…kita pantau juga lewat CCTV,” tambahnya.

[4] titik puncak macet H-7 sampai H+7

Pihak Dishub lebih lanjut memprediksi lonjakan volume kendaraan bakal terjadi sejak H-7 sampai H+7. Personel pengamanan juga akan ditempatkan di berbagai jalur alternatif namun juga jalan alternatif yang berada di Cicurug menuju Sukabumi akan di satu arahkan. Sehingga, kendaraan dari arah Sukabumi menuju Bogor tidak bisa melalui alternatif.

Untuk wilayah Kota, kemacetan malah lebih awal di H-10 dengan asumsi banyak warga Kabupaten yang masuk ke Kota untuk berbelanja dan sekedar menghabiskan waktu.

[5] Titik rawan kecelakaan

Selain titik rawan macet, juga dipetakan titik rawan kecelakaan. Dua titik yang paling mendapat perhatian khusus adalah Jalur Cikidang dan Jalur Geopark Ciletuh, di mana medan jalannya cukup ekstrim.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dua daerah rawan kecelakaan ini. Selain itu juga, akan memasak spanduk himbuan bagi para pengendara agar lebih waspada ketika melalui jalur tersebut,” imbuh Kadishub Kab. Sukabumi, Lukman Sudrajat.

Pihaknya menghimbau, baik pengendara roda dua maupun roda empat agar memastikan kendaraanya dengan aman sebelum bepergian. Pengecekan rem, lampu dan lainnya yang bisa berdampak buruk ketika di perjalanan wajib dilakukan.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *