Catatan 5 hari mantai di Palabuhanratu Sukabumi

Diperkirakn, wisatawan kembali ramai pada Sabtu dan Minggu (14-15/6/2019).

Menghadapi musim liburan Lebaran 2019, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terus bebenah diri. Mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penataan tempat wisata agar lebih indah dan nyaman untuk dikunjungi. Salah satu tempat wisata yang menjadi perhatian adalah mulai dari taman, alun-alun, hingga penataan pesisir pantai Pelabuhanratu yang terus dipercantik.

Selain itu, walaupun libur Lebaran sudah usai, tetapi objek wisata Laut selatan Sukabumi masih ramai pengunjung, sehingga petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi dibantu personel keamanan dari TNI dan Polri serta potensi SAR lainnya, tetap siaga hingga Minggu, 16 Juni 2019.

Nah, Gaess, selama musim libur Lebaran tahun ini, ada banyak kecelakaan laut terjadi selama lima hari berwisata di pantai selatan Sukabumi tersebut. Berikut kronologisnya.

[1] 6-10/6/2019: 17 wisatawan tenggelam

Ribuan wisatawan sudah memadati Pantai Palabuhanratu sejak hari kedua Idul Fitri 1440 H, Jumat (7/6/2019). Namun, dari 6 sampai 10 Juni, Balawista berhasil menyelamatkan 17 wisatawan yang tenggelam di beberapa objek wisata pantai Laut Selatan Sukabumi. Kasus tenggelamnya wisatawan tersebut diakibatkan beberapa faktor. Seperti tidak mematuhi aturan, berenang di zona terlarang, tidak bisa berenang, sakit seperti keram dan lainnya.

Namun dari semua kasus kecelakaan laut, mayoritas penyebab wisatawan tenggelam karena tidak mengindahkan imbauan dari petugas penjaga pantai. Ditambah lagi, mereka tidak bisa berenang sehingga korban terseret arus dan tenggelam. Seperti kasus tenggelamnya seorang remaja bernama Danur (15) warga Kampung Terminal Bubulak, Desa Pasar Minggu, Kabupaten Bogor. Dia tenggelam di Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok akibat tidak mentaati aturan.

Beruntung nyawa Danur berhasil diselamatkan dua personel Balawista yakni Romi dan Surya yang bersiaga di lokasi saat kejadian. Korban langsung dievakuasi ke posko dan diberikan peringatan agar tidak nekat berenang di zona terlarang.

[2] Selasa (11/6/2019): Wisatawan pantai masih ramai

Ribuan wisatawan masih meramaikan objek wisata pantai selatan Sukabumi, Jawa Barat, meskipun libur dan cuti bersama perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah telah berakhir. Beberapa titik pantai masih ramai dikunjungi wisatawan, tetapi tidak sepadat pada saat libur Lebaran.

Lokasi pantai yang masih ramai wisatawan seperti Pantai Citepus, Istiqomah, SBH, Karangpapak, Karanghawu dan lain-lain. Petugas penjaga pantai pun masih tetap bersiaga untuk mengawasi aktivitas wisatawan antisipasi terjadinya kecelakaan laut. Kemungkinan jumlah wisatawan akan kembali bertambah pada libur akhir pekan, tetapi tidak sampai membludak seperti libur Lebaran lalu.

Jika dibandingkan libur Lebaran pada 2018 lalu, untuk tahun ini relatif lebih aman dan hingga Selasa (11/62019) belum ada laporan wisatawan meninggal dunia akibat tenggelam maupun sempat hilang terlebih dahulu di laut. Berbeda dengan tahun lalu jumlah wisatawan yang tenggelam dan terbawa arus mencapai 43 orang yang enam di antaranya meninggal dunia.

Editor’s Picks:

Puluhan wisatawan tenggelam dan 1 tewas di pantai Sukabumi, 5 round-up kabar pasca-Lebaran

Jangan buang sampah sembarang, 11 wisatawan di Palabuhanratu Sukabumi disengat ubur-ubur mematikan

[3] Selasa (11/6/2019): Lagi, empat wisatawan tenggelam

Sayangnya nih, Gengs, jumlah pengunjung tenggelam yang diselamatkan petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi bertambah banyak. Pada H+6 lebaran atau Selasa (11/6/2019) pukul 09.00 WIB dilaporkan empat wisatawan juga tenggelam dan diselamatkan petugas.

Pertama kejadian laka laut di Pantai Karanghawu 2 Kebon Kelapa Cisolok sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang tenggelam dan berhasil diselamatkan adalah M Topik Alpariji (17) warga Kemang Kabupaten Bogor. Pengunjung tersebut berenang di dekat karang dan terlalu ke tengah. Sebelumnya petugas memberikan peringatan namun diabaikan.

Lokasi laka laut kedua, yakni di Pantai Istiqomah dengan korban bernama Ahmad (16) dan M Abdul Rohman (15) warga Puncak, Kabupaten Bogor, sekira pukul 10.30 WIB. Keduanya juga berhasil diselamatkan petugas. Terakhir kasus laka laut di Pos Nambo Gurilap Cisolok, satu korban Muhamad Rizki (15) asal Ciawi, Kabupaten Bogor, juga berhasil diselamatkan.

[4] Selasa (11/6/2019): Satu wisatawan tewas tenggelam

Seorang pengunjung asal Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Karanghawu, Palabuhanratu, Selasa (11/6/2019), meskipun sempat diselamatkan oleh petugas (Balawista. Namun korban bernama Ilham Handika (17 tahun) warga Kampung Kedunghalang, Desa Sleweran, Kecamatan Cilebut, Kabupaten Bogor ini meninggal dunia di puskesmas.

Petugas berupaya melakukan penyelamatan meskipun kewalahan karena kondisi medan yang berat yakni ombak pasang. Akhirnya kedua korban berhasil dibawa ke tepian pantai untuk mendapatkan pertolongan medis. Satu orang korban berhasil selamat, sementara Ilham meninggal dunia. Informasi dari Balawista menyebutkan, korban bersama temannya yakni Lutfi (17) terbawa ombak besar di Pantai Karanghawu 2 Kebon Kelapa sekira pukul 15.30 WIB.

[5] Kamis (13/6/2019): 27 wisatawan tenggelam, 1 tewas di Pantai Palabuhanratu

Kepala Operasional dan Sumberdaya Manusia (SDM) Lifeguard Balawista, Kabupaten Sukabumi, Asep Edom, mengatakan lokasi laka laut terjadi di Pantai Karanghawu, Pantai Karang Naya, Pantai Lapang Kadaka Cikakak, Pantai Citepus Kebon Kalapa, Pantai Sunset, dan Pantai Citepus Istana Presiden.

“Sampai memasuki H+8 ini, ada 15 kasus terjadi laka laut, dengan jumlah korban 27 orang wisatawan terseret ombak. Satu orang meninggal dunia dan lainnya terselamatkan,” ujar Asep seperti diberitakan sukabumiupdate.com.

Terkait jumlah pengunjung pada H+8 Lebaran sudah mulai berkurang dibandingkan H+1 hingga H+4 hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Diperkirakn, wisatawan kembali ramai pada Sabtu dan Minggu (14-15/6/2019).

[dari berbagai sumber]

Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

One thought on “Catatan 5 hari mantai di Palabuhanratu Sukabumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *