Suhu udara capai 15o celcius, 5 fakta di Sukabumi dingin sampai menusuk tulang


Egi GP

Writed by: Egi GP
Editor by: Feryawi
06 Agu 2019 | 17:18 WIB


Puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus-September ditandai suhu udara dingin dan kering, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan.

Jika kamu Gengs, merasakan belakangan suhu udara Sukabumi (kokab) terasa begitu dingin menusuk kulit, kamu tak sendirian. Termasuk Sukabumi, hampir seluruh wilayah di Sukabumi saat ini sedang berada di fase puncak musim kemarau yang berdampak pada suhu udara yang sangat dingin. Suhu udara di Indonesia beragam dari yang paling dingin 12 o celcius tercatat di Tretes, Malang, kisaran 17o celcius di Puncak, Bogor sampai kisaran 22-230 celcius di dataran rendah.

Di Sukabumi sendiri, suhu udaranya mencapai 15o celcius dirasakan pada kemarin pagi, Selasa (6 Agustus). Berikut lima info perihal suhu udara dingin yang dirangkum Sukabumixyz.com dari berbagai sumber.

[1] Fenomena wajar    

Menanggapi suhu udara dingin yang menusuk tulang terasa di Sukabumi belakangan ini, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meyakinkan bahwa itu adalah fenomena yang biasa saja atau wajar. Terutama sekali fenomena suhu udara super dingin menjadi symbol datangnya periode puncak musim kemarau.

Staf observatori BMKG wilayah Palabuhanratu, Rafdi Ahadi, seperti dikutip dari Sukabumiupdate.com mengungkapkan, sesuai dengan laporan dari peneliti cuaca dan iklim BMKG Provinsi Jawa Barat, periode musim kemarau datang pada bulan Juni. Musim kemarau terlebih dulu masuk di wilayah sekitar Pantura kemudian bergerak ke arah selatan.

[2] Dipengaruhi angin pasat dari Benua Australia

Rafdi lebih lanjut menjelaskan, “Pada saat musim kemarau angin bertiup yang melewati Jawa Barat, itu angin pasat tenggara atau angin timuran dari arah Benua Australia. Dari bulan Juli, Agustus, September di Australia sedang mengalami puncak musim dingin, sehingga suhunya relatif lebih dingin dibandingkan musim penghujan.”

Nah, prakiraan pola angin ini berkontribusi juga terhadap penjalaran dan penurunan suhu udara di wilayah Bandung dan sekitarnya , termasuk Kokab Sukabumi sehingga cuaca dirasakan lebih dingin.

[3] Suhu udara berkisar 13-160 celcius

Kondisi super dingin saat ini juga menurut Rafdi, dipengaruhi juga dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5 kilometer di atas permukaan laut. Akibatnya, pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan. Namun demikian, pada ketinggian 3 kilometer di atas permukaan laut (dpl) relatif kering. Itulah mengapa potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil dan dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari menambah kondisi suhu udara menjadi dingin.

“Berdasarkan dari pantauan alat pengukur suhu udara di Stasiun Geofisika Bandung tercatat selama bulan Juli 2019 ini, suhu udara terendah tercatat sebesar 16,4 derajat celcius. Sedangkan di lokasi dengan elevasi yang semakin tinggi tercatat 13,0 derajat celcius,” terang Rafdi.

editor’s picks:

Seminggu ini suhu Sukabumi sangat dingin, ini 5 infonya Gaess

Sukabumi dingin banget Gaess, 5 hal ini yang harus gen XYZ lakuin

Musim kemarau, Sukabumi waspada ancaman kekeringan! Gen XYZ mesti ngeh 5 info ini

[4] Agustus-September puncak musim kemarau

Mengenai puncak musim kemarau, BMKG menuturkan hal tersebut terjadi pada bulan Agustus-September dengan karakteristik suhu udara dingin dan kering. Dengan karakteristik cuaca seperti itu, BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit. Salah satu cara di antaranya adalah saat bepergian ke luar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket dan mengonsumsi buah-buahan segar serta sayuran.

“Dua atau sampai tiga hari ke depan suhu masih dingin dan kemudian terus naik lagi agak hangat, periodik,” pungkas Rafdi Ahadi.

[5] Soal suhu udara dingin jadi trending topic

Hashtag #dingin sedang menjadi tren di Twitter dan banyak dikeluhkan dan dibahas oleh warganet terutama  di Pulau Jawa. Menurut Kepala Subbidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (6 Agustus), ada beberapa hal yang menyebabkan suhu dingin.

Pertama ialah tidak adanya awan karena tidak ada hujan. Hal ini menyebabkan radiasi panas dari matahari mudah terlepas kembali ke atmosfer. Selanjutnya, di musim kemarau sering terjadi yang namanya dry intrusion. Dry intrusion ini adalah intrusi udara kering atau masuknya udara yang bersifat dingin.

Agie mengungkapkan bahwa dry intrusion sedang terjadi di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara atau bagian selatan dari garis khatulistiwa Indonesia. Penyebabnya adalah Australia yang sedang dalam musim dingin. Nah, angin mendorong udara dari barat ke timur, sehingga udara dingin dari Australia tadi terdorong ke bagian selatan garis khatulistiwa Indonesia.

Perihal level dinginnya pun bervariasi tergantung pada letak wilayahnya. Pada daerah yang berada di dataran tinggi, maka suhu udara bisa menyentuh 14-18 derajat celcius, sedangkan daerah yang berada pada dataran rendah, suhu udara bisa menyentuh 22-34 derajat celcius. Keadaan suhu udara yang dingin biasanya terjadi pada dini hari menjelang pagi, yakni sekitar pukul 2.00 dini hari hingga pukul 7.00 pagi. Puncaknya pada pukul 3.00-5.00 dini hari. Sementara itu, pada siang hari suhu akan tetap panas.

Adapun daerah di Indonesia yang bersuhu paling dingin adalah daerah Tretes, Malang dengan suhu dingin mencapai 12,2 derajat celcius. Lalu, beberapa daerah lainnya seperti Bandung bersuhu paling rendah 17,4 derajat celcius, daerah Puncak 17,2 derajat celcius dan Yogyakarta dengan suhu 19,4 derajat celcius.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *