Wow, 1,3 juta ekor hewan ‘dibantai’ saat Idul Adha 2019, 5 info gen XYZ Sukabumi mesti tahu

Kualitas sapi asal Sukabumi dinilai cukup baik, sehingga banyak dicari pembeli dan pedagang dari luar daerah.

Indonesia adalah negeri dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia. Otomatis jumlah hewan kurban yang disembelih untuk keperluan perayaan Idul Adha pun sangat banyak. Kamu tahu gak Gaess, berapa banyak jumlah hewan kurban yang akan disembelih pada perayaan Idul Adha yang bertepatan dengan hari Minggu, 11 Agustus?  

Untuk menjawab pertanyaan itu, berikut lima info yang dirangkum Sukabumixyz.com perihal dari berbagai sumber.

[1] Sebanyak 1,3 juta hewan ternak disembelih

Data tersebut di atas dirilis oleh Kementerian Pertanian (Kementan), seraya pihak kementerian menyatakan optimist ketersediaan sapi potong dan hewan kurban lainnya jelang hari raya Idul Adha 1440 H ini mencukupi.

“Berdasarkan data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, pada Idul Adha 2019 ini, proyeksi kebutuhan pemotongan hewan kurban diperkirakan akan mencapai 1.346.712 ekor, terdiri atas 376.487 ekor sapi, 12.958 ekor kerbau, 716.089 ekor kambing, dan 241.178 ekor domba,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita seperti dikutip dari Antara.

Ketut menegaskan angka itu adalah angka estimasi jumlah pemotongan hewan kurban tahun ini (2019). “Kita perkirakan ada kenaikan jumlah pemotongan hewan kurban sebesar 10% dari jumlah pemotongan tahun lalu (2018),” tambahnya.

[2] Sapi asli dan lokal Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Ketut juga menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPS, total populasi sapi potong, sapi perah, dan kerbau di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 18.120.831 ekor dengan rincian populasi sapi potong sebanyak 16.648.691 ekor, sapi perah 604.467 ekor, dan kerbau 877.673. ekor.

Adapun untuk populasi sapi potong dapat dirinci menjadi Sapi Bali sebanyak 32,91%, Onggole 15,15%, Madura 6,79%, Simental 9,08%, Limosin 11,23%, Brahman 4,14%, Brahman Cros 0,36%, Aceh, 6,12%, dan sapi jenis lainnya 14,20%.

Beragamnya rumpun sapi potong baik asli maupun local, lanjut Ketut, merupakan potensi basis yang ke depannya harus ditingkatkan daya saingnya. Sapi potong asli indonesia di antaranya Sapi Bali, Aceh, Madura, dan Sapi Pesisir.

Sedangkan sapi yang termasuk dalam rumpun lokal, seperti Sapi Sumba Ongole (SO), Peranakan Ongole (PO), dan rumpun sapi lainnya yang telah beradaptasi dan dikembangkan dengan baik dengan kondisi lokal.

[3] Penjualan hewan kurban di Sukabumi meningkat 70 persen

Di tingakatan local, Sukabumi (kota) Penjualan hewan kurban, jenis kambing dan domba di Pasar Hewan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Kecamatan Citamiang meningkat hingga 70 persen. Hal itu diungkapkan Mantri Hewan Pasar Hewan. Peningkatan penjualan salah satu alasannya karena kualitas hewan kurban, jenis kambing dan domba cukup baik, selain itu perbandingan harga relatif lebih murah.

Sementara itu, secara keseluruhan kebutuhan hewan kurban di Kota Sukabumi pada tahun ini diperkirakan meningkat sebanyak lima persen. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengungkapkan, jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, kenaikan kebutuhan hewan kurban sebanyak lima persen.

“Kenaikan kebutuhan hewan kurban biasanya tidak lebih dari lima persen, hewan kurban jenis sapi paling banyak digunakan masyarakat untuk berkurban di Kota Sukabumi,” sebut Kardina seperti dikutip dari Sukabumiupdate.com.

editor’s picks:

Jangan jual hewan kurban di trotoar, 5 poin aturan jelang Idul Adha gen XYZ Sukabumi mesti tahu

5 resep simpel menu daging qurban buat moms Sukabumi

[4] Sapi asal Sukabumi banyak peminatnya

Sapi, kambing dan domba kurban asal Sukabumi ternyata banyak peminatnya dari luar daerah. Menurut pedagang di Pasar Hewan Citamiang, Kota Sukabumi pembeli dari berbagai daerah berdatangan karena harga dan kualitas ternak di Sukabumi tersebut cukup baik dengan harga yang lumayan miring juga.

Tambi Udin, pembeli hewan asal Tangerang mengaku, dirinya rela datang jauh-jauh ke Kota Sukabumi untuk membeli hewan kurban, karena memang selain kualitasnya cukup baik, harganya pun cukup miring dibandingkan dengan yang lainnya. “Saya beli domba 40 ekor untuk di jual kembali di Tangerang, alasan beli di Sukabumi ini kualitas hewannya cukup baik, dan harga pun cukup miring,” ungkapnya seperti dikutip dari Sukabumiupdate.

Terkenalnya hewan ternak asal Sukabumi juga dibuktikan oleh ‘Bli Sapi’ yang merupakan lapak penjualan hewan kurban khusus sapi Bali terbesar di Jakarta. Sang pemilik Bli Sapi, Dudut Andianto, menyebutkan bahwa ia banyak mendapatkan sapi dari daerah-daerah, termasuk Pelabuhan Ratu dan Sukabumi. Untuk Idul Adha 1440 H kali ini, Bli Sapi sudah berhasil menjual 612 ekor sapi.

[5] Sukabumi larang bungkus daging kurban pakai kresek

Ini harus terus disosialisasikan, Pemkot Sukabumi telah menegaskan pelarangan penggunaan kresek hitam untuk membungkus daging kurban. Kresek hitam dinilai mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan dan juga demi mengurangi limbah plastik. Pemkot menyarankan warga membungkus daging kurban dengan menggunakan besek dari bambu yang kini mulai banyak dijual.

Secara umum, guna memantau kesehatan hewan kurban, tim pemantau hewan kurban di Kota Sukabumi mulai begerak memeriksa lapak-lapak penjualan hewan kurban. Pemantauan hewan kurban, bakal dilakukan sampai 14 Agustus mendatang oleh tim gabungan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Peternakan (DKP3) Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengungkapkan, pemantauan hewan tersebut dilakukan menindak lanjuti surat perintah Gubernur Jabar dan Walikota Sukabumi tentang penanganan hewan dan daging kurban 2019.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah rutin kami lakukan dalam setiap tahunnya, kami (tim pemantau,red) mulai melakukan pemantauan terhadap lapak-lapak penjuaalan sejak 5 sampai 14 Agustus mendatang,” jelas Kardina seperti dikutip dari Pojoksatu.id.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *