Gen Y Sukabumi tau? Kebab shawarma laris manis gegara Avengers: Infinity War, ini 5 faktanya

Total bayaran seluruh aktor Avengers: Infinity War mencapai Rp5,6 triliun!

Gen Y Sukabumi pasti gak akan ketinggalan menonton Avengers: Infinity War kan, ya? Film superhero rekaan Marvel Studios ini memang booming di seluruh dunia. Walhasil, sampai Juni awal, pendapatan film ini mencapai lebih dari 2 miliar dollar atau setara Rp28 triliun lebih. Wow!!

Jangan salah, film ini sebenarnya terbagi dua: part 1 dan part 2. Marvel Studios mengumumkan, jika tidak aral melintang, part II-nya rilis 3 Mei 2019. Part II itu pun pasti sudah ditunggu-tunggu oleh penggemar film ini. Bagaimana cara Iron Man, Captain America dan kawan-kawan mengalahkan Thanos bakal menjadi faktor yang paling ditunggu-tunggu.

Nah, seperti umumnya sebuah film box office, selalu ada hal-hal di luar cerita yang menjadi perhatian dan heboh diperbincangkan. Berikut lima fakta unik di balik Avengers: Infinity War!

BACA JUGA: Ini 5 menu ikan asin peda istimewa, layak menjadi favorit orang Sukabumi

1. Berkah untuk penjual shawarma

Tidak hanya brand Marvel yang melejit di seluruh dunia, film Avengers: Infinity War juga memboosting penjualan makanan bernama shawarma. What?? Kok bisa?

Jadi di akhir film ada adegan para superhero Avengers makan shawarma  yang dibawa oleh Tony Stark (Iron Man). Para superhero menikmati shawarma yang dijual sebuah restoran. Adegan itu secara luar biasa melonjakkan penjualan makanan khas Timur Tengah itu di LA saja. Kabarnya penjualan shawarma meningkat sampai 80%.

FYI, shawarma adalah sebuah hidangan daging dari Arab, di mana daging domba, ayam, kalkun, sapi, sapi muda, kerbau, atau daging lainnya dimasukkan pada sebuah besi panjang (umumnya sebuah spit vertikal di restoran-restoran), dan dipanggang seharian dengan cara diputar didepan api. Shawarma biasanya disantap dengan roti arab yang berbentuk kantong/Pita dan juga bisa dengan tabbouleh, fattoush, roti taboon, tomat, dan mentimun. Topping-nya meliputi tahini, hummus, lobak asam, dan amba.

2. Spider-Man dan Daredevil awalnya menolak gabung Avengers

Dari sekian banyak superhero di Avengers, beberapa superhero terkenal Marvel pernah menolak gabung dengan Avengers. Dua di antaranya Spider-Man dan Daredevil menolak bergabung dengan Avengers. Alasan keduanya lucu, mereka berdua ingin memerangi kejahatan dekat dengan rumah. Namun demikian akhirnya baik Spider-Man dan Daredevil, bergabung dengan Avengers.

BACA JUGA: 5 jenis usaha di Sukabumi yang ketiban rezeki Lebaran

3. Budget luar biasa pantas dengan pendapatan fantastis

Budget Avengers: Infinity War – Part I dan II mencapai total 1 miliar dollar atau setara Rp4 triliun. Dari total itu, 400 juta dolar atau sekira Rp5,6 triliun-nya dipakai untuk membayar aktris, sutradara, produser, dan kru film.

Jumlah dana tersebut sebetulnya tidak mengejutkan mengingat Marvel adalah salah satu franchise terbesar dengan pendapatan telah melewati 10 miliar dolar atau setara Rp139 triliun.

4. The Lord of The Rings versi luar angkasa

Avengers: Infinity War – Part I dan II digambarkan sebagai film The Lord of the Rings versi luar angkasa.” Pertempuran massive antara Avengers dan Thanos yang memimpin para Gauntlet diibaratkan seperti peperangan pasukan koalisi manusia, elf, dan dwarf  melawan pasukan Orc pimpinan Sauron, dalam trilogi The Lord of the Rings.

BACA JUGA: Wanita Sukabumi berani memukau saat Lebaran dengan 5 model rambut pendek sebahu ini

5. Thanos bersyukur kalah dari Batman?

Josh Brolin yang memerankan peran antagonis Thanos, mengungkapkan rasa syukur telah kalah dari Ben Affleck. Maksudnya bagaimana?

Jadi, Josh Brolin sebelum memerankan Thanos mengikuti audisi untuk peran Batman dalam film Batman versus Superman (produksi DC Comics). Sayangnya, Brolin kalah oleh Ben Affleck yang akhirnya memerankan tokoh Batman.

Josh tidak menyesalinya. Ia berkata, “Saya senang saya gagal (menjadi Batman). Saya tak menyesalinya sama sekali.” Karena gagal mendapatkan peran Batman, Josh berakhir mendapatkan peran Thanos dalam Avengers: Infinity War dan sebelumnya memerankan tokoh Cable dalam film Deadpool. (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *