Hobi nge-Game? Nah Lho, Ini 5 Hukum Menurut PCNU Kota Sukabumi


Glyn

Writed by: Glyn
Editor by: Feryawi
18 Mei 2018 | 0:47 WIB


Ngeri nih, Gaess…

Gaess, nge-game saat puasa tentu saja menyenangkan. Dengan bermain game waktu terasa sangat cepat, namun apakah nge-game di bulan puasa dibolehkan dalam Islam?

Berikut lima jawaban soal nge-game di Bulan Ramadhan menurut Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sukabumi KH M Ismatullah Fauzi:

BACA JUGA: Sedih, Guys, Berat Bocah Yatim 7 Tahun Kota Sukabumi Ini Cuma 10 kg

1. Tidak Membatalkan Tapi Allah Benci

Nge-game tidak membatalkan puasa namun merupakan bukan pekerjaan bagus, atau disebut ghaflah (pekerjaan yang bisa membuat lupa).

Innallaha laa yuhibbul ghaafilin, artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berbuat hal yang bisa melupakan agama.” Dalam Al-qur’an pun dijelaskan, “Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaanya itu melewati batas.” (al-Kahfi:28). Maka jauhilah perbuatan yang membuat dosa.

2. Tidak Bermanfaat

Puasa sebagai ladang amal, alangkah lebih baik jika kita isi dengan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya beribadah.

Guru dari Abu Bakr bin Maryam Rahimahumullah mengatakan, “Jika tiba bulan Ramadhan, bersemangatlah untuk bersedekah. Karena bersedekah di bulan tersebut lebih berlipat pahalanya seperti seseorang sedekah di jalan Allah (fii sabilillah). Pahala bacaaan tasbih (berdzikir “subhanallah”) lebih afdhol dari seribu bacaan tasbih di bulan lainnya.”

BACA JUGA: Biawak Raksasa sampai Kolam Lumpur, 5 Fakta Pangleseran-Jampang Tengah Sukabumi

3. Membuat Lupa akan Ibadah

Nge-game juga bisa menyebabkan kita lupa akan ibadah, dan puasa pun hanya sebatas menahan haus dan lapar. “Mereka hanya mengetahui yang zhahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka mengenai (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (Q.S. Ar-Rum: 7).

4. Menyiayiakan Waktu

Memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang baik tentu akan lebih baik dibandingkan harus menyianyiakan waktu dengan nge-game.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu”.

BACA JUGA: Intip yuk, Gaess, 5 Menu Sahur Politisi Hanura Kabupaten Sukabumi

5. Kecanduan

Dengan kecanduan nge-game tentu saja bisa menjadikan game seperti judi, bahkan Narkoba. Tak jarang game banyak menggunakan uang. Seperti judi game online dan itu dosa besar.

Menurut Olivia Metcalf, seorang peneliti dari Australian National University, Canberra, seseorang yang mengalami kesulitan untuk berhenti dari nge-game dan tidak bisa berhenti memikirkannya tanpa melakukan kegiatan lainnya, kemungkinan besar orang tersebut sudah kecanduan bermain game.

Sejalan dengan perkataan seorang sufi: “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah).

  • 8
    Shares
Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *