Ngeri, Sis, ini 5 fakta ibu buang bayi di Kabupaten Sukabumi


Glyn

Writed by: Glyn
Editor by: Feryawi
21 Mei 2018 | 0:05 WIB


Rata-rata bayi berjenis kelamin perempuan.

Gaess, kalian punya ibu kan? Ibu adalah orang yang melahirkan kita. Namun gimana jadinya nih ketika ada seorang ibu dengan tega membuang bayinya sendiri? Pasti berbanding terbalik dengan fitrah seorang ibu yang kita kenal.

Berikut adalah lima fakta ibu buang bayi di Kabupaten Sukabumi. Semoga bisa menjadi bahan renungan ya, Sis.

1. Hasil Hubungan Gelap

Faktanya nih, Sis, banyak kasus ibu membuang bayinya berawal dari hubungan gelap dengan pacarnya, alias di luar nikah.

Lantas, karena alasan malu karena pasangan tidak mau bertanggung jawab, seorang ibu bisa sampai berbuat nekad membuang dan bahkan membunuh bayi yang dilahirkannya sendiri.

Salah satu contoh kasus terbaru, terjadi di Kampung/Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Seorang janda berinisial EL (27 tahun) tega membuang bayi yang baru dilahirkannya di bawah ranjang hingga tewas. Seperti dilansir poskotanews.com dan sukabumiupdate.com, Rabu (25/4/2018).

Belakangan diketahui, si jabang bayi merupakan hasil hubungan gelapnya dengan sang pacar yang tidak mau bertanggungjawab.

BACA JUGA: Bikin Bangga, Gengs! Ini Kata DJ Katty tentang Cimalati Kabupaten Sukabumi

2. Berstatus Pelajar

Jika kamu Googling nih, Sis, banyak banget kasus pembunuhan atau membuang bayi di Sukabumi, di mana si ibu masih berstatus pelajar.

Ngerinya, perbuatan biadab tersebut akibat hubungan seks bebas yang merambah kalangan pelajar, ditambah mental si ibu yang belum siap menerima kenyataan melahirkan seorang anak tanpa suami, alias di luar nikah.

Contoh terakhir, kasus siswi membuang bayi terjadi di Kampung Joglo, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Pelaku berinisial NN yang masih berstatus pelajar itu, membuang bayi perempuan yang baru dilahirkannya ke semak-semak, Kamis (8/3/2018).

3. Rata-rata Bayi Perempuan

Mirisnya nih, Gengs, rata-rata bayi yang dibuang berjenis kelamin perempuan. Seperti kasus warga Kampung Bantarmuncang, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sosok bayi perempuan dibuang dalam kondisi sangat mengenaskan, tewas dan dibungkus kantong kresek, Jumat (20/3/2018).

BACA JUGA: 5 Fakta Bocah Kota Sukabumi Tak Tertangani Medis, Nomor Satu Bikin Sedih

4. Seks Bebas

Ternyata ya, Sis, hampir semua kasus ibu membunuh atau membuang bayinya, berawal dari seks bebas, atau pasanganan yang enggan bertanggungjawab baik karena alasan ekonomi atau lainnya.

Saat diminta pendapatnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Sukabumi Wandi Ruswandi mengatakan, salah satu faktornya bisa seks bebas, dan kemudian melahirkan perasaan malu karena harus melahirkan anak di luar nikah.

“Seks bebas bisa jadi salah satu faktor, akibat malu akhirnya nekad membunuh atau membuang bayinya,” kata Wandi kepada sukabumiXYZ.com, Minggu (20/5/2018) malam.

BACA JUGA: Gaess, Nih 5 Tips Travelling Sambil Berpuasa di Sukabumi

5. Ekonomi

Selain pergaulan bebas, Sis, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan seorang ibu tega membunuh atau membuang bayinya sendiri.

“Bisa karena ketiadaan dan biaya hidup yang tinggi, seorang ibu nekad dan tega membuang bayinya. Membiayai hidup bayi pasti akan terasa berat jika tanpa didampingi pasangan yang bertanggungjawab,” pungkas Wandi.

Untuk itu, Wandi berharap pemerintah daerah melakukan kampanye massif untuk terus mensosialisasikan bahayanya seks bebas secara terus menerus. (dari berbagai sumber)

  • 4
    Shares
Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *