Mesti tahu nih Gaess, 1 jaksa agung dan 4 menteri asal Sukabumi


Egi GP

Writed by: Egi GP
01 Jun 2018 | 18:02 WIB



Sejak era kemerdekaan hingga reformasi ada orang Sukabumi di pemerintahan.

Setiap daerah pasti punya tokoh-tokoh yang berkiprah secara nasional di berbagai bidang. Sukabumi juga tentunya juga punya tokoh-tokoh yang berkiprah di tingkat nasional, di antaranya berkontribusi dengan menjadi menteri kabinet dan pejabat setingkat menteri.

Kelima tokoh di bawah pernah dan masih menjabat menteri dan pejabat setingkat menteri di berbagai rezim pemerintahan di Indonesia. Mereka tak hanya lahir dan besar di Sukabumi, tetapi juga punya ikatan batin dengan Sukabumi. Pencapaian mereka di bidangnya mesti menjadi inspirasi buat kamu ya, gen Y Sukabumi!

Ini dia mereka!

BACA JUGA: 5 “Mustahil” Universitas Nusa Putra Menjadi Nyata Sukabumi

1. Gatot Taroenamihardja

Nama pertama ini pencapaiannya bukan menjadi menteri, namun menjadi pejabat setingkat menteri, yaitu Jaksa Agung. Gatot Taroenamihardja yang asli Sukabumi adalah Jaksa Agung Republik Indonesia pertama yang menjabat pada 12 Agustus 1945-22 Oktober 1945.

Ia merupakan orang pertama yang sempat dua kali memegang jabatan tersebut (yang kedua adalah Singgih, SH). Mr. Gatot Taroenamihardja ditetapkan menjadi Jaksa Agung pada tanggal 19 Oktober 1945. Ketetapan yang diumumkan oleh Presiden Soekarno itu menandai eksistensi Kejaksaan dan Jaksa Agung sebagai lembaga dan jabatan penting di Indonesia.

Pada tanggal 1 Oktober 1945, nama Mr. Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung kembali diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri dalam Maklumat Pemerintah. Masa jabatan Mr Gatot Taroenamihardja sebagai Jaksa Agung pertama berlangsung sangat singkat. Sebab, pada tanggal 24 Oktober 1945, atas permintaan sendiri, ia diberhentikan dengan hormat oleh Presiden.

BACA JUGA: Gaess, ini lho 5 alasan jalur utara Sukabumi terlihat kumuh

2. Raden Sjamsoeddin

Orang Sukabumi pasti ngeh dengan Raden Sjamsoeddin karena namanya dijadikan nama rumah sakit yang juga dikenal dengan nama Bunut. Raden Sjamsoeddin yang lahir di Sukabumi pada 1 Januari 1908 dan meninggal di Jakarta pada 15 Oktober 1950 (umur 42 tahun), bisa jadi merupakan tokoh paling penting untuk Sukabumi.

Sjamsoeddin pernah menjabat Wali Kota Sukabumi selama era pendudukan Jepang dan di awal-awal kemerdekaan. R. Sjamsoeddin yang lulus dengan Cum Laude dari Universitas Leiden pada tahun 1935 sempat menjadi anggota BPUPKI dan menjadi Menteri Penerangan dan juga Wakil Perdana Menteri I pada Kabinet Amir Sjarifuddin II (masa bakti 11 November 1947-29 Januari 1948).

3. Rahardi Ramelan

Rahardi Ramelan yang lahir di Sukabumi pada 12 September 1939 adalah Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia pada Kabinet Reformasi Pembangunan (era Presiden B.J. Habibie).

Rahardi dikenal sebagai sosok yang pintar. Dia adalah Sarjana dari Czech Tehnical Instute, Praha, Cekoslowakia (1964). Ia lalu mendapat gelar Profesor dari ITS Surabaya (1997) setelah sebelumnya mendapatkan gelar Doktor HC (Honoris Causa) dari Monash University, Australia. Di Industri Penerbangan MBB Jerman, Rahardi pernah bekerja sebagai struktur analis. Pekerjaan ini ditinggalkannya karena ia harus mengabdi pada tempat kelahirannya. Berbagai jabatan penting di TNI AU, Pertamina, BPPT dan akhirnya di Bappenas serta PT IPTN dan PT Pindad adalah tempat di mana ia menyumbangkan pemikiran-pemikirannya.

Sayangnya, pada Desember 2002, Rahardi tersandung kasus perkara korupsi dana nonbujeter Bulog sebesar Rp 400 miliar dan Rp4,6 miliar di Badan Urusan Logistik (Bulog) dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Walaupun kabarnya ada politisasi dari kasus Rahadri, namun hal itu menjadi catatan tak menyenangkan baginya.

BACA JUGA: Gaess, Kabupaten Sukabumi punya nama desa unik, nomor 5 mirip majelis taklim

4. Laksamana Sukardi

Ir. Laksamana Sukardi yang lahir di Jakarta, 1 Oktober 1956 adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara pada Kabinet Gotong Royong (Presiden Megawati). Ia meraih gelar sarjana pada tahun 1979 dari Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung. Sebelum menjadi politisi, ia adalah salah satu ekonom dan bankir milik Bank Lippo dan LippoGroup. Ia dikenal juga pernah bergabung sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Nah, Pak Laks ini memang tak lahir dan besar di Sukabumi. Namun, setiap waktu ia kerap mengunjungi Sukabumi, terutama untuk menziarahi makam kakeknya, R.H. Didi Sukardi. Ya, Laksamana adalah cucu dari tokoh pahlawan asal Sukabumi, yaitu R.H. Didi Sukardi. Ayah Laksamana bernama Gandhi Sukardi adalah tokoh pers nasional dan adik dari Letkol Eddi Sukardi, pemimpin perang Bojongkokosan.

Itulah mengapa Laksamana Sukardi memiliki hubungan batin yang dalam dengan Sukabumi.

5. Airlangga Hartarto

Nah, kalau terakhir ini masih menjabat Menteri Perindustrian merangkap Ketua Umum Partai Golkar. Mungkin kalian belum tahu bahwa Airlangga ini adalah sepupu dari Laksamana Sukardi yang berarti juga adalah cucu dari tokoh pahlawan Sukabumi, R.H. Didi Sukardi.

Ibu Airlangga bernama R. Hartini Sukardi adalah putri bungsu dari R.H. Didi Sukardi. Sementara ayah dari Airlangga adalah Ir. Hartarto Sastrosoenarto yang juga pernah menjadi menteri di berbagai era pemerintahan di Indonesia.

Itulah mengapa Airlangga yang lahir pada 1 Oktober 1962, ini juga mempunyai hubungan batin dengan Sukabumi.

Nah Gaess, itulah mereka tokoh-tokoh yang layak menjadi inspirasi kamud alam hal prestasi. Tentunya yang jeleknya seperti korupsi (jika benar jika terbukti) jangan ditiru, ya! (dari berbagai sumber)

  • 34
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *