Telepon pintar atau mati? 60% pilih mati! 5 fakta mengejutkan Sukabumi smartphone lovers

Ketinggalan smartphone berarti mati gaya!

Smartphone atau ponsel cerdas sudah seperti barang kebutuhan wajib yang harus dimiliki dan tak tergantikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Bener gak sih, Gaess? Bener banget.

Apalagi gen Y Sukabumi, rasanya smartphone itu benda yang wajib tidak ketinggalan. Andaikan sehari saja ketinggalan, rasanya mati gaya. Gak bisa buka medsos, gak bisa buka ngecek email, WA, line, instagram, mati gaya deh pokoknya.

Terlepas dari begitu pentingnya smartphone, ternyata pengetahuan banyak pengguna tentang sejarah ponsel masih sangat terbatas. Untuk membuka wawasan kamu, ini dia 5 fakta mengejutkan dan mengagumkan tentang smartphone.

BACA JUGA: Netizen Sukabumi, bukan hoax membangun tapi ini 5 hoax terbaik sepanjang zaman

1. Ponsel pertama

“Nenek moyang” smartphone bobotnya lumayan berat dan harganya sangat mahal.  Pada 21 September 1983, ponsel pertama lahir dengan berat sekitar 2 kg. Saat itu, perangkat komunikasi tersebut dijual dengan harga USD 3,995 dolar atau setara dengan Rp 39 juta.

Bukan nama Cooper yang terkenal sebagai pencipta ponsel, melainkan perusahaan yang dinaunginya, yaitu Motorola.

2. Pesan teks pertama

Seorang insinyur berusia 22 tahun bernama Nail Papworth adalah orang pertama yang mengirim pesan teks di tahun 1992. Isi pesan teks Nail adalah “Happy Christmas”. Sejak saat itu, pesan teks telah menjadi bagian hidup kita.

Mengirim pesan teks dalam perkembangannya memunculkan gaya bahasa tersendiri, berbeda dengan gaya bahasa biasa. Tahukah kamu siapa yang pertama kali menggunakan singkatan OMG (oh my god)? Dia adalah seorang tentara angkatan laut Inggris berpangkat laksamana, John Fisher.

BACA JUGA: Generasi millenial Sukabumi mau jadi bos untuk diri sendiri? 5 profesi ini layak dicoba

3. Masalah hidup dan mati

Ini fakta mengejutkan tentang pengguna iPhone yang dirilis sebuah web gadget Amrik. Sekira 60% pengguna iPhone mengatakan bahwa ia lebih baik mati daripada menyerahkan iPhone mereka. Lalu sekira 40% pengguna iPhone lebih memilih iPhone-nya ketimbang kopinya. Hadeuhhh…!

4. Selamat tinggal belanja konvensional

Cara belanja konvensional tergerus oleh ekspansi terus menerus toko online. Alih-alih menggunakan PC atau laptop, kita sekarang menggunakan smartphone untuk berbelanja. Pada tahun 2010, Google mulai ramah mobile dan gebrakan itu menjadi penyebab peningkatan terus penggunaan smartphone dalam mengakses konten belanja online.

Tahukah kamu bahwa setiap 2 detik, situs belanja eBay menjual sebuah item via smartphone! Dan yang dijual via smartphone bukan hanya barang-barang dengan size kecil, tapi pernah juga tercatat empat buah mobil sport Ferrari terjual selama satu bulan via smartphone.

BACA JUGA: Warga Sukabumi tau gak sih 5 fakta netizen indonesia ini?

5. Industri dengan pertumbuhan tercepat

Industri mobile phones adalah industri dengan tingkat pertumbuhan tercepat di dunia. Perusahaan-perusahaan smartphone terus melakukan ekspansi berbagai fitur pada produk mereka dan melakukan promosi besar-besaran. Bentuknya yang kecil dan sifat smartphone yang memastikan akses cepat ke data di seluruh dunia, membuatnya menjadi kebutuhan bagi kebanyakan orang.

Ini fakta yang tak akan kita lewatkan di manapun, termasuk di Sukabumi. Iya gak, Gaess! (dari berbagai sumber)

  • 3
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *