Netizen Sukabumi, bukan hoax membangun tapi ini 5 hoax terbaik sepanjang zaman

Salah satu hoax-nya dari Indonesia lho, Gaess!

Hoax atau hoaks atau pemberitaan palsu (fake news) adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Kita familiar banget sama hoax belakangan ini ya, netizen Sukabumi?

Hoax sebenarnya bukanlah barang baru, sudah ada sejak Johannes Gutenberg menciptakan mesin cetak pada 1439. Bahkan, sebelum era internet seperti sekarang, hoax lebih berbahaya karena sulit untuk diverifikasi.

Berdasarnya kontennya, hoax ada yang bahaya dan yang tidak. Ada yang menggunakan untuk sekadar having fun, ada juga yang menjadi bagian dari promosi sebuah produk (di dunia marketing).

Sayangnya, kini hoax malah identik dengan hal negatif. Apalagi hoax soal SARA. Hadeuhhh… Hati-hati ya Gaess, jangan ikut-ikutan nyebar hoax soal SARA, ya!

Belakangan sempat trending juga istilah “hoax yang membangun”, gara-gara pejabat negeri ini keseleo lidah. Tapi kali ini sukabumiXYZ.com menampilkan 5 hoax terbaik sepanjang zaman yang bikin ketawa!

BACA JUGA: Kadung populer, warga Sukabumi keliru bicara 5 bahasa Korea termasuk Samsung

1. Aksi licik pelari jarak jauh

Tersebutlah Frederick Lorz, seorang pelari jarak jauh asal Amrik berpartisipasi pada Olimpiade tahun 1904. Baru setengah perjalanan, ia harus berhenti berlari karena mengalami dehidrasi.

Bukannya mengakhiri pertandingan, manajer Lorz malah memberi tumpangan (dengan mobil) sampai sejauh 17 km. Mendekati finish, Lorz lalu turun dari mobil dan menyelesaikan perlombaan. Walhasil, Lorz memenangkan perlombaan.

Namun kemenangannya itu tak berlangsung lama. Lorz lalu dipaksa untuk mengakui kelicikan yang dia lakukan, dan ia akhirnya mengakui dan merasa malu. Hadeuhhhaya-aya wae si Lorz!

2. Poster film Gundala

Nah, ini dia hoax dari Indonesia. Kalian gen Y Sukabumi familiar gak sama komik Gundala Putra Petir? Komik asli buatan Indonesia ini ciptaan komikus kenamaan, Hasmi atau Harya Suraminata. Saking terkenalnya komik Gundala, banyak penggemarnya yang meminta untuk dibuatkan versi filmnya seperti film-film superhero di Hollywood.

Keinginan fans Gundala itu ditangkap oleh komikus lainnya bernama Iskandar Salim. Iseng-iseng Iskandar membuat poster film Gundala, seolah-olah film Gundala sedang digarap. Walhasil, poster Iskandar menciptakan kehebohan di kalangan pencinta Gundala. Pas tahu ternyata poster itu hoax, mereka kecewa sekaligus juga tertawa geleng-geleng kepala dengan keisengan Iskandar… hihi!

BACA JUGA: Bayu Risnandar: Ini 5 alasan Kadis Pariwisata Kabupaten Sukabumi layak diganti

3. Moonicorns (hoax bulan terbaik)

Pada tahun 1835, The Sun, sebuah koran di New York City, Amrik merilis sebuah laporan perihal astronomer yang menemukan unicorn (mitologi kuda bertanduk yang bisa terbang) di bulan. Walaupun sangat terdengar bodoh, ada saja orang yang percaya dengan hoax ini. #tepokjidat

4. Perang antar dunia (War of the Worlds)

Mungkin hoax paling terkenal dalam sejarah terjadi di tahun 1938 saat Orson Welles menarasikan novel berjudul War of the Worlds yang ditulis novelis Inggris, H.G. Wells. Welles yang seorang penyiar radio, menarasikan novel tersebut secara live di stasiun radionya.

Walaupun besaran panik diperdebatkan, namun kabarnya banyak orang yang mempercayai bahwa bumi sedang diinvasi oleh makhluk dari Mars. Waduh..hehe!

BACA JUGA: Pengakuan Tinah janda miskin Citarik Kabupaten Sukabumi, nomor 5 bikin miris Gaess

5. Taman pasta rahasia dari Italia

Yang terakhir ini bisa jadi hoax yang paling konyol. Pada 1 April 1957, program berita BBC bertajuk Panorama yang diasuh oleh penyiar Richard Dimbleby, membuat kabar hoax  di sebuah kota kecil di Swiss, ada sebuah kebun di mana spagheti tumbuh di pohon-pohon secara ajaib.

“Bagi kalian yang suka spagheti, tak ada yang menyenangkan dibandingkan berada di kota di mana spagheti tumbuh di kebun,” kata Dimbleby.

Rupanya pendengar radio BBC termakan kabar hoax Dimbleby. Esoknya, tanggal 2 April, radio BBC dibanjiri oleh ratusan telepon dari orang-orang yang penasaran dan ingin menanam pohon spaghetinya sendiri. Tak berhenti jahilnya, BBC meladeni telepon-telepon itu dengan hoax baru.

“Taruh setangkai spagheti dalam sekaleng saus tomat dan berharap yang terbaik.” Hahaha… (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *