5 alasan munculnya tuntutan Jampang mekar dari Kabupaten Sukabumi

Orang Jampang merasa berbeda dengan orang Sukabumi.

Kamu malas bikin SIM ke Palabuhanratu, Gaess? Nah, tuntutan mengenai pemekaran wilayah Pajampangan dari Kabupaten Sukabumi tidak terlepas dari konteks otonomi daerah sebagai salahsatu upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejatinya, tuntutan ini dibangun di atas satu filosofi yakni, mendekatkan lokus pengambilan keputusan pada level yang terdekat dengan masyarakat. Demikian kata Dosen Fakultas Hukum dan Keguruan Universitas Nusa Putra Kuswara, SH., MH., kepada sukabumiXYZ.com, Selasa (24/7/2018) malam.

Sayangnya, menurut Kuswara, hingga kini enam wakil rakyat yang duduk di DPR RI mewakili Kota/Kabupaten Sukabumi tidak ada yang mampu memperjuangkan. “Bahkan, memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara sekalipun tidak mampu,” ujar Kuswara lagi.

Sehingga menurut Kuswara lebih jauh, wajib hukumnya semua calon anggota DPR RI dimintai komitmennya untuk memperjuangkan pemekaran Kabupaten Sukabumi menjadi tiga kabupaten. “Wajib. Pemekaran itu kan keputusan politik, jadi perjuangannya pun harus melalui jalur politik,” jelas advokat yang memiliki kantor hukum di kawasan elit SCBD Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nusa Putra itu.

Senada dengan Kuswara, aktivis dan tokoh masyarakat Pajampangan Bayu Risnandar bahkan memaparkan lima alasan mengapa Kabupaten Jampang harus terwujud.

BACA JUGA:

Habibi, Dini, dan 5 tanjakan maut di Sukabumi

Coeg, ini 5 fakta gadis Jampang Sukabumi Juara 3 MTQ sedunia di Uni Emirat Arab

Berikut lima alasan #KabupatenJampangNgawujud versi Bayu.

1. Kabupaten Sukabumi terlalu luas

Wilayah Kabupaten Sukabumi terlalu luas, yang berakibat pada rentang kendali wilayah menjadi jauh. Sekadar informasi, Gaess. Luas wilayah kabupaten tempat kamu tinggal ini adalah 4.161 km persegi dan dihuni oleh sekitar 2,5 juta jiwa (data 2015).

2. Perbedaan kultural

Wilayah Jampang, secara kultural, berbeda dengan warga Kabupaten Sukabumi. Contoh paling sederhana, menurut Bayu, adalah adanya perbedaan dialek atau cara bertutur orang Jampang dengan Sukabumi.

BACA JUGA:

Mobil listrik keren Indonesia, nomor 5 karya urang Jampang Sukabumi Gaess

Si Jampang urang Sukabumi bukan orang Betawi, ini 5 faktanya

Gaess, ini dia 5 putra daerah muka baru calon anggota DPR RI dari Sukabumi

3. Jampang banyak dihuni warga miskin

“Jampang adalah narasi antara kekayaan kultural dengan kemiskinan struktural. Potensi alam wilayah ini sangat luar biasa, tetapi menjadi kantong kemiskinan di Kabupaten Sukabumi. Hal ini akibat tidak adanya keberpihakan dari pemerintah daerah,” jelas Bayu.

4. Jampang wilayah paling tertinggal di Kabupaten Sukabumi

Wilayah Jampang adalah bagian kawasan selatan Jawa Barat. “Jampang adalah sebuah wilayah yang tertinggal. silakan pergi dari Palabuhanratu sampai Pangandaran, pasti tidak akan ketemu lampu merah. Padahal menurut sebuah studi, untuk bisa mengejar ketertinggalan suatu daerah dengan cara hadirnya daerah otonom di sepanjang jalur selatan ini.”

5. Membuka kesempatan kerja

Hadirnya kesempatan mengelola daerah sendiri akan melahirkan peluang lapangan kerja baru bagi penduduk Jampang. “Atau adanya kesempatan atau peluang kerja yang lebih luas,” pungkas Bayu.

  • 342
    Shares
Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *