Gaess, ini 5 pesepakbola pemberontak sportizen Sukabumi mesti tahu

Segala cara digunakan agar klub menjual dirinya, termasuk mangkir latihan.

Industri sepakbola dunia penuh dinamika lengkap dengan pro dan kontranya. Tak hanya melibatkan hal-hal teknis persepakbolaan, hal-hal yang bersikap pribadi pun kerap mewarnai dunia sepakbola. Konflik individu kerap memanaskan suasana. Ada pemberontakan pemain terhadap klub, ada pelatih dan klub memboikot pemain, dan lain sebagainya.

Belakangan, di tengah musim transfer pemain, beberapa pemain kenamaan di klub-klub Eropa melakukan pemberontakan. Mereka mangkir berlatih agar dijual klubnya ke klub yang diinginkannya. Ini lima pemain “pemberontak” itu.

1. Thibaut Courtois

Kiper timnas Belgia ini baru saja meraih penghargaan bergengsi sebagai kiper terbaik di Piala Dunia Rusia yang baru berlalu. Selain membawa Belgia menduduki posisi 3 di ajang paling bergengsi itu, Thibaut juga sukses menjaga gawangnya hingga kebobolan paling sedikit.

Rupanya, Thibaut yang merupakan milik klub Chelsea tak lagi mau kembali ke London. Ia ingin pindah ke Real Madrid. Segala cara ditempuh Thibaut, salah satunya dengan mangkir latihan. Thibaut seharusnya sudah berlatih dua hari lalu, tapi dia mangkir dan malah pergi ke Madrid. Alasan Thibaut ingin pindah ke Madrid adalah pribadi, mantan pacar dan anaknya pindah ke kota Madrid. Thibaut ingin dekat dengan mereka.

2. Mateo Kovacic

Jika Thibaut ingin bergabung dengan Real Madrid, sebaliknya Mateo Kovacic ingin pergi dari El Real. Cara yang ditempuh gelandang asal Kroasia tak jauh berbeda, yaitu mangkir latihan.

Membawa negaranya menjadi runner up Piala Dunia Rusia, Kovacic adalah salah satu pemain paling menonjol saat ini. Kemungkinan El Real akan meminjamkan Kovacic ke Chelsea sebagai bagian dari pembelian Thibaut.

BACA JUGA:

Gak cuma Indonesia, 5 negara di Asia ini merdeka bulan Agustus lho Gengs Sukabumi

Mobil listrik keren Indonesia, nomor 5 karya urang Jampang Sukabumi Gaess

Ada wisata 1000 Kolecer Gaess, ini 5 fakta Kecamatan Bojonggenteng Sukabumi

3. Philippe Coutinho

View this post on Instagram

🙏🏽🏆🔵🔴 #gratoaDEUS #familia❤️

A post shared by Philippe Coutinho (@phil.coutinho) on

Salah satu kasus pemberontakan pemain yang menghebohkan adalah Philippe Coutinho pada tahun 2017. Ia adalah gelandang andalan Liverpool. Klubnya enggan menjual Coutinho ke Barcelona. Sementara Coutinho sendiri ngebet ingin ke Barca. Ia pun melakukan pemberontakan dengan cara mangkir latihan.

Awalnya pelatih Juergen Klopp menutup-nutupi pemberontakan Coutinho dengan mengatakan sang pemain cedera. Namun pada akhirnya, Liverpool tak mampu menahan Coutinho. Ia bergabung dengan Barca pada Januari 2018.

4. Diego Costa

View this post on Instagram

😀🤙🏽

A post shared by Diego Costa (@diego.costa) on

Diego Costa adalah salah satu pemain bola paling kontroversial. Sikapnya yang ugal-ugalan di lapangan kadang memicu konflik antarpemain. Tak hanya di lapangan, di luar lapangan juga Costa berjiwa “pemberontak.” Saat masih di Chelsea, di bawah asuhan pelatih Antonio Conte, Costa berulang kali memancing konflik dengan mengeluarkan pernyataan tak betah dan ingin kembali ke Atletico Madrid.

Rupanya sikap Costa itu membuat Conte murka. Suatu ketika, di musim liburan tahun 2017, Conte mengirim sms kepada Costa untuk silakan pergi dari Chelsea. SMS Conte itu dijadikan senjata oleh Costa untuk melakukan pemberontakan terhadap Chelsea agar dijual ke Atletico. Walhasil, Costa pun pergi ke Atletico, dan Conte harus menerima nasib dipecat musim berikutnya.

5. Gareth Bale

Saga transfer Gareth Bale ke Real Madrid bisa dikatakan yang paling menytita perhatian. Kejadiannya pada musim panas 2013. Bale yang kala itu milik Tottenham Hotspur absen dalam ajang pramusim klub. Alasanya, ia mengalami cedera. Tapi ternyata itu hanya alasan yang dibuat-buat. Bale malah bermain untuk timnas Wales di kualifikasi Piala Dunia.

Tottenham pun murka dan akhirnya menyetujui untuk menjual Bale ke Real Madrid dengan harga yang cukup fantastis kala itu. (dari berbagai sumber)

  • 6
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *