5 fakta Ujang Hasbulloh, pemuda Surade Sukabumi peraih medali emas Asian Games 2018

Ujang bersama tim dayung Indonesia menyumbang emas ke-9 di ajang Asian Games.

FYI nih ya, Gaess. Ada tiga atlit asal Sukabumi yang ikut berlaga di ajang Asian Games yang saat ini sedang berlangsung. Mereka adalah Mochamad Nizar Fardhani (cabor anggar), Sri Ranti (cabor panahan), dan Ujang Hasbulloh (cabor dayung). Nama terakhir sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia lho, Gaess. Wow!

Siapa Ujang Hasbulloh? Bagaimana ia ceritanya ia bisa mempersembahkan medali emas bagi Indonesia? Ini dia lima info perihal sang atlet peraih medali emas yang membanggakan masyarakat Sukabumi, terutama warga Surade.

1. Siapa Ujang Hasbulloh?

Ujang Hasbulloh adalah anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan suami istri Sopudin (65 tahun) dan Saliah (60 tahun), warga Kampung Sukasirna RT 05 RW 10, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Pemuda kelahiran 11 Mei 1995 ini adalah bagian dari timnas dayung Rowing Men’s Lightweiht Eight (Tim LM8+ Putra).

BACA JUGA:

5 fakta diduga disetrika atasan, kasus buruh garmen di Parungkuda Sukabumi berujung mediasi

Keren Sis, 5 gadis Sukabumi tetap aktif dan pede dengan hijab syar’i

2. Ujang mempersembahkan emas ke-9

Tim dayung Rowing Men’s Lightweiht Eight beranggotakan 8 pedayung. Selain Ujang, juga ada Tanzil Hadid, Muh. Yakin, Rio Rizki Darmawan, Ferdiansyah, Ihram, Jefri Ardianto, Ali Buton, dan Adi Isardi. Berkat capaian mereka Indonesia pun meraih emas ke-9. Walhasil, koleksi medali Indonesia di Asian Games 2018 menjadi 9 emas, 7 perak, 11 perunggu.

3. Ujang mahasiswa UPI Bandung

Ujang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)  Bandung, semester terakhir. Ujang masuk UPI berkat beasiswa yang ia dapatkan. Ujang menggeluti olahraga dayung bersama rekannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UPI. Berbagai kejuaraan diikutinya, baik dalam atau luar negeri. Hasbulloh juga pernah ikut membela tim Jabar pada kejurnas dayung  di Palembang pada  2017.

BACA JUGA:

Sri Ranti srikandi asal Sukabumi di Asian Games 2018, ini 5 infonya

Ratusan gay dan ibu rumah tangga Kabupaten Sukabumi menderita HIV/AIDS, ini 5 faktanya

4. Dari sepakbola sampai polo air

Rupanya Ujang terlahir menjadi seorang atlet. Berbagai cabang olahraga pernah ia coba. Menurut sang ayah, Sopudin, sebenarnya Ujang mempunyai bakat bermain sepakbola. Selain sepakbola, di kampusnya Ujang juga pernah menggeluti cabor polo air.

Ujang yang mengambil jurusan guru olahraga di UPI juga kerap ikut dalam event-event olahraga, tak hanya menjadi atlet. Pada tahun 2016, Ujang ditunjuk oleh panitia PON Jawa Barat menjadi pemandu  tim dayung Kalimantan. Semenjak itulah Ujang tertarik menggeluti cabor dayung.

5. Disambut bahagia keluarga

Keberhasilan Ujang tentunya membuat keluarganya di Surade sangat bangga. Salah seorang kakaknya bernama Rohayati (42) mengaku sangat bangga Ujang bisa mempersembahkan medali emas bagi Indonesia.

“Semua tidak lepas dari perjuangan Ujang dan kawan-kawannya di tim dayung. Juga atas doa dan dukungan semua warga Indonesia. Khususnya Pajampangan, serta masyarakat Kabupaten Sukabumi. Terimakasih untuk semuanya, “ujar Rohayati seperti dikutip dari media online di Sukabumi. (dari berbagai sumber)

  • 24
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *