Masuk musim penghujan Sukabumi waspadai banjir dan longsor, ini 5 infonya

BPBD Kota Sukabumi mencatat 122 bencana sepanjang Januari sampai September 2018.

Fakta tak terbantahkan bahwa Sukabumi, baik Kota maupun Kabupaten, punya potensi bencana di kedua musim, kemarau dan penghujan. Di musim kemarau kemarin, Sukabumi kerap dilanda bencana seperti kebakaran dan kekeringan. Sekarang, memasuki musim penghujan, bencana seperti banjir dan tanah longsor mengancam Sukabumi.

Nah Gaess, berikut lima info potensi bencana memasuki musim penghujan di Kota Sukabumi.

1. Ragam bencana di Kota Sukabumi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat 122 bencana sepanjang Januari hingga September 2018. Secara rinci, BPBD mencatat ada 45 bencana angin puting beliung, 21 kejadian tanah longsor, tujuh kali gempa bumi, empat kali banjir, 26 kejadian kebakaran, 10 kejadian cuaca ekstrim, satu kali bencana sosial, empat kejadian potensi kekeringan dan empat kejadian bencana lainnya.

Demikian diungkapkan Kepala BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan seperti dikutip dari kantor berita Antara.

2. Musim kemarau berlalu, musim penghujan tiba

Beberapa waktu lalu Kota Sukabumi cukup terkena dampak musim kemarau. Di beberapa wilayah sempat mengalami kesulitan air bersih. Namun tak seperti daerah lain, potensi kekeringan di Kota Sukabumi relatif bisa teratasi. Nah, musim kemarau telah usai, kini BPBD Kota Sukabumi mulai mewaspadai potensi bencana jelang musim penghujan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, bulan Oktober sampai Desember akan terjadi hujan di wilayah Jawa Barat umumnya, termasuk di Kota Sukabumi.

BACA JUGA:

Enam warga Sukabumi ikut pameran di Palu selamat dari tsunami, ini 5 infonya

Sesar Palu Koro picu tsunami, Sukabumi waspadai Sesar Cimandiri, ini 5 faktanya

3. Langkah antisipatif hadapi musim penghujan

Menghadapi musim penghujan dan potensi bencana yang menyertainya, BPBD sudah melakukan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya dengan memaksimalkan program “kelurahan tanggap bencana.”

Kota Sukabumi saat ini memiliki sembilan “kelurahan tanggap bencana,” yaitu Subangjaya, Baros, Citamiang, Cikondang, Gunungpuyuh, Jayamekar, Karamat, Karang Tengah dan Limusnunggal. Daerah-daerah itu berpotensi timbul bencana di musim penghujan.

4. Potensi bencana longsor di Subangjaya, Cisarua dan Karangtengah

Secara geografis, Kota Sukabumi terbagi atas 33 kelurahan yang berada di tujuh kecamatan. Diantara 33 kelurahan itu, ada tiga kelurahan yang langganan bencana longsor. Ketiga keluarahan tersebut adalah Kelurahan Subangjaya, Kelurahan Cisarua dan Kelurahan Karangtengah. Dari tahun ke tahun, karena kontur tanah yang rentan, ketiga kelurahan kerap didera bencana longsor.

5. Potensi bencana banjir di Lembursitu dan Baros

Selain potensi bencana longsor di Subangjaya, Cisarua dan Karangtengah, dua kelurahan lainnya berpotensi terjadi banjir. Kedua kelurahan tersebut adalah Lembursitu dan Baros. Nah, melalui program “kelurahan tanggap bencana” yang diinisiasi BPBD Kota Sukabumi, minimal bisa mencegah jatuhnya korban. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam program tersebut. Tanpa adanya peran aktif masyarakat, program ini tak akan berjalan dan bencana berpotensi menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Eling dan waspada ya, dulur! (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *