Malam Tahun Baru di Gunung Papandayan? Milenial Sukabumi kasih 5 filosofi dan tips ini

Jika ingin melihat sesuatu yang mengagumkan? Keluarlah dari zona nyaman.

Mendaki gunung merupakan hobi yang mengasyikkan, Gengs. Aktivitas ini memberimu dua manfaat sekaligus, yakni olah raga fisik dan phsikis.

Buat kamu yang masih pemula dan berkeinginan bermalam tahun baruan di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ada baiknya mempelajari terlebih dahulu filosofi dan tips-tips mendaki gunung yang memiliki ketinggian 2.622 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

Salah seorang aktivis Nusapala (Universitas Nusa Putra Pecinta Alam) Sukabumi, Kholfi Auladi Fadhlullah, berbagi lima filosofi mendaki dan tips mendaki gunung yang memiliki padang bunga edelweiss bernama Tegal Alun berikut ini.

Lima filosofi mendaki gunung:

1. Tetapkan tujuan

Tujuan milenial Sukabumi mendaki gunung berbeda-beda. Kamu hanya perlu menilai kemampuan dirimu sendiri.. Mendaki tidak harus sampai puncak, kamu bisa saja nge-camp di separuh jalur pendakian. Begitupun dengan hidup, kamu harus menetapkan tujuan terlebih dahulu. Tak perlu mencontoh orang lain, tetapkan sesuai yang bisa kamu capai.

2. Rencanakan dengan matang

Berbeda dengan berwisata ke taman hiburan, medan dan situasi selama mendaki sangat sulit dan tidak tertebak. Karenanya perlu perencanaan matang, mulai dari menentukan waktu keberangkatan, jalur pendakian, tempat istirahat, perlengkapan, dan memastikan kondisi tubuh. Tanpa rencana matang mendaki bisa membunuhmu. Begitupun dalam hidup, kita harus memulai dengan perencanaan matang agar semua berjalan baik.

3. Bukan tentang menaklukan gunung, tapi menaklukan diri sendiri

Hebat bukan soal mampu menaklukkan dunia dan seisinya, tapi menaklukan ego sendiri dan menguasai diri. Tantangan ini akan kamu temukan selama mendaki, saat semua terasa berat, akan membuatmu berpikir menyerah. Lelah, oksigen menipis dan hawa dingin, cukup alasan bagimu untuk menyerah.

Dan jika kamu mampu mencapai puncak gunung, butuh perjuangan dan pengorbanan tidak sedikit. Perjalanan hidup juga begitu. Tidak ada yang instan di dunia ini. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus berusaha dan berjuang untuk ke sana. Akan selalu ada banyak halangan dan rintangan harus kamu lewati.

4. Ingin melihat sesuatu yang mengagumkan? Keluarlah dari zona nyaman

Perjalanan menuju puncak gunung untuk mendapatkan pemandangan indah itu butuh proses. Mendaki gunung menunjukkan kamu berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan kemudahan hidup di perkotaan. Dalam hidup, sukses adalah milik orang yang mau menerima tantangan.

Selain itu, di gunung kamu akan menemui beragam karakter manusia. Satu hal pasti, dalam situasi sulit, akan selalu ada orang yang menolong dan membantumu. So, kamu akan merasa jika di dunia ini masih banyak orang baik yang akan menemani perjalanan hidupmu.

5. Keluarga adalah segalanya

Selama di gunung kamu akan sadar, bahwa rumah adalah tempat terbaik yang selalu memberimu perlindungan dan kehangatan, hal yang tidak kamu dapat selama di gunung. Ini akan membuatmu lebih menghargai arti rumah, selalu berusaha untuk pulang ke rumah, tempatmu berasal. Jadi apapun kamu kelak.

BACA JUGA:

HLS bukan geng motor, begini seharusnya milenial Sukabumi

Hobi memasak? Moms Sukabumi sudah kenal Komunitas Kukis? Cek kuy 5 infonya

Ngaprak Sukabumi a’la Wak Ruher (episode 1): dari Batujolang, Tugu Gede sampai Ciptagelar

Lima tips mendaki gunung bagi pemula:

1. Transportasi

Memerhatikan maslah transportasi merupakan hal penting, Gengs. Jika kamu hendak mendaki Gunung Papandaya, kamu harus terlebih dahulu menuju Terminal Guntur Garut untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung.

Kalau kamu tiba di Terminal Guntur Garut pada dini hari, kamu bisa menggunakan angkutan kota (angkot) menuju pertigaan Pasar Cisurupan. Setelah itu, kamu akan naik mobil pikap, dengan tarif masing-masing Rp20.000 per orang. Angkot dan pikap akan berangkat jika penumpang sudah penuh menuju titik tersebut.

2. Logistik

Mendaki Gunung Papandayan, kamu bisa membeli bahan makanan di Pasar Cisurupan, toko serba ada di dekat pasar, ataupun di pos-pos pendakian. Usahakan tetap membeli lauk pauk bergizi biar energi selalu on saat mendaki.

Mendaki Gunung Papandayan ini kamu tidak perlu kuatir kekurangan air bersih maupun air minum. Kalau kamu kehabisan air, kamu bisa mengisi ulang di pos-pos pendakian seperti Pos Pundak Kawah, Persimpangan Pondok Salada-Hoberhout, dan Pondok Salada.

3. Gunakan sepatu

Sandal gunung sebenarnya bisa menjadi alternatif alas kaki saat mendaki. Namun, lebih disarankan mengenakan sepatu biar lebih mencengkeram tanah dan menutupi mata kaki agar nyaman dan terjaga. Hal ini karena di awal pendakian, medan jalan berupa bongkahan batu yang licin dan tajam serta jalur berkontur tanah gembur.

4. Gunakan masker

Gunung Papandayan ini masih aktif memproduksi gas belerang, saat melintasi awal medan pendakian yakni Camp David menuju Puncak Kawah lebih aman jika menggunakan masker dari kain atau buff karena gas belerang bisa terhirup.

5. Jangan berjalan di tengah kabut

Salah satu daya tarik Gunung Papandayan adalah berswafoto di Hutan Mati. Pohon-pohon tersebut mati akibat terkena letusan Gunung Papandayan. Di sana juga kabut kerap turun dan menghalangi pandangan mata. Hindari berjalan di tengah kabut saat berada di Hutan Mati karena akan rawan tersasar.

Nah gimana, Gengs? berminat malam tahun baruan di puncak Gunung Papandayan?

Selamat berlibur ya.

  • 58
    Shares
Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *