Sampah plastik baru terurai 1000 tahun, ini 5 sampah paling bandel gen XYZ Sukabumi mesti peduli!

Bahkan ada juga jenis sampah yang tidak bisa terurai selamanya. Walah!

Gaess, kalian pasti sudah ngeh yavideo viral di medsos sampah menggunung di pantai Loji. Sangat miris ya melihatnya. Yakinlah Gaess, masalah sampah ini masalah yang sangat penting dan membutuhkan perhatian semua pihak. Pemerintah daerah mesti bekerja keras dan warga Sukabumi pun harus memperlihatkan kepedulian secara nyata, tidak hanya di mulut saja.

Ratusan sampai ton sampah berbagai jenis menimbun Sukabumi, baik Kota maupun Kabupaten. Sampah-sampah tersebut berasal dari sisa penggunaan perusahaan ataupun rumah tangga. Sementara itu, lahan penampungan sampah tak bertambah banyak, malah terus menyusut. Apa yang terjadi? Bukan tak mungkin suatu hari kita akan tertimbun sampah.   

Untuk menambah keyakinan kalian bahaya dari sampah, berikut lima jenis sampah yang paling sulit terurai, bahkan tak bisa terurai. Data ini dilansir dari laman thebalancesmb.com.       

[1] Sampah kaca/beling tak bisa terurai

Kalian pasti suka minuman botolan. Lalu setelah minum, botolnya dibuang begitu saja. Tahukah kalian, sampah kaca tidak bisa terurai. Ia begitu saja selamanya jika dibiarkan teronggok di tempat sampah.

Untunya, bahan kaca termasuk bahan yang cukup mudah untuk didaur ulang, tinggal dileburkan dengan panas dan dibentuk kembali. Masalahnya, apa gunanya didaur ulang jika produksi barang berbahan kaca terus dilakukan. Mestinya kalau mau, benda bahan kaca didaur ulang, dan dilarang membuat bahan berbahan kaca lagi.

Mungkin gak ya!!! 

[2] Sampah plastik baru terurai setelah 1000 tahun

Enteng saja kalian pakai plastik ya. Lalu dibuang serasa tak akan menjadi masalah. Sampai suatu hari di berita ada ikan tertangkap dan saat dibuka, perutnya berisi sampah plastik. Seluruh dunia terkejut dibuatnya.

Tahukah kalian, botol atau tas plastik yang digunakan sehari-hari baru akan terurai sekitar 10-1.000 tahun. Mending kita hindari memakai plastik Gaess, dan mulailah menggunakan bahan daur ulang.

BACA JUGA:

Sungai Cimandiri kritis, apa harus dilakukan? gen XYZ Sukabumi mesti tahu 5 info ini
5 info gen XYZ mesti aware, setiap hari puluhan ton sampah plastik timbun Kota Sukabumi
Cermin panjang si buruk perilaku, dari Cicurug hingga Pantai Loji Palabuhanratu

[3] Pembalut dan popok baru terurai setelah 200-500 tahun

Tahukah wahai kalian kaum akhwat, apapun jenis pembalut yang digunakan akan membutuhkan waktu 500-800 tahun untuk bisa hancur terurai. Jelas sekali keberadaan barang sehari-hari ini sayangnya masih berbahaya buat lingkungan.

Lalu popok, ingin simple orang tua jaman now memilih memakaikan popok kepada anak bayinya. Padahal, sampah popok membutuhkan waktu 250-500 tahun agar bisa terurai.

So, jika kalian peduli, biarlah sedikit repot dan hindari pemakaian pembalut dan popok. 

[4] Jala ikan baru terurai setelah 600 tahun

Berikutnya ada sampah jala yang biasa dipakai oleh nelayan menangkap ikan. Jenis sampah ini membutuhkan waktu 600 tahun untuk terurai. Jadi, nggak heran jika banyak hewan laut yang terjerat benda ini karena sangat sulit terurai.

[5] Kaleng baru terurai setelah 200 tahun

Siapa yang tak suka minuman atau makanan kaleng? Selain instan, tak repot, juga kalau minuman dingin rasanya khas berbeda dengan botol. Tapi tahukah kalian, dibutuhkan waktu hingga 200 tahun untuk sampah kaleng bisa terurai. Wow!

Jadi, Gaess, masalah sampah ini super penting dan harus benar-benar menjadi perhatian kita bersama. Hal yaang paling sederhana yang bisa segera dilakukan adalah merubah kebiasaan menggunakan atau membeli barang yang ada sisa sampahnya. Lalu, sebisa mumgkin menggunakan barang daur ulang.

Misal paling sederhana, saat kalian belanja, bawalah kantong sendiri dari rumah! (dari berbagai sumber) 

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *