‘Roh suci’ bantai ‘Setan Merah’ (lagi!), Ole bikin Mancunian Sukabumi tepuk jidat

Wolves tegaskan gelar “pembunuh raksasa,” MU makin sulit berebut Big Four.

Memasuki laga ke-32, artinya Liga Inggris menyisakan 6 (tujuh) laga saja, persaingan sengit terjadi tak hanya demi gelar juara Liga Inggris (English Premier League/EPL) tetapi juga memperebutkan empat besar (Big Four). Empat tim raksasa berebut menjadi salah satu dari Big Four yang berhadiah satu tiket di Liga Champions musim depan: Manchester United, Tottenham, Arsenal, dan Chelsea.

Nah, alih-alih menambah poin dan menjaga peluang di Big Four, klub berjuluk “Setan Merah” MU malah dikalahkan tim kejutan Wolverhampton Wanderers pada laga Rabu dinihari (3 April) lalu. Manajer Ole Gunnar Solskjaer yang baru saja diangkat permanen pantas malu. Apalagi ini merupakan kali kedua MU dikalahkan Wolves dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya pasukan besutan Nuno Espirito Santo mengalahkan MU di babak perempat final FA Cup. Uniknya, Espirito Santo jika diartikan adalah ruh suci atau kudus. Maka, secara hiperbolis bisa dianalogikan kekalahan MU atas Wolves sebagai “roh kudus” membantai “setan merah” ya, Gaess…hehe.

Berikut lima drama di balik laga Wolves vs MU yang dirangkum redaksi Sukabumixyz.com dari berbagai sumber!

[1] Niat hati balas dendam, malah kalah

Memasuki laga EPL pekan ke-32, “Setan Merah” mengunjungi kandang Wolves dengan misi tak hanya punya menang dan menjaga asa berebut Big Four, tetapi juga balas dendam. FYI Gaess, pertengahan Maret lalu Wolves berhasil menyingkirkan MU dari babak perempat final FA Cup. Apalagi kali ini status sang manajer Ole Gunnar Solskjaer sudah resmi, tentunya pertaruhannya tinggi.

Namun demikian sial tak terhindarkan. Alih-alih membalas dendam, Paul Pogba dkk malah tak mampu menyaingi kegemilangan Raul Jimenez dkk. Walau sukses mencetak gol lebih dulu lewat Scott McTominay menit ke-13, laga berakhir 2-1 untuk kemenangan pasukan besutan sang “Ruh kudus.” Gol kemenangan Wolves dicetak Diogo Jota pada menit ke-38 dan gol bunuh diri Chris Smalling menit ke-77.

Maka, gagallah misi balas dendam Ole yang sekaligus menjadi pukulan telak baginya yang baru saja diangkat jadi manajer permanen. Waduhh..diangkat pelatih kok malah kalah, Ole?!

[2] Mancunian caci maki Ashley Young dan Smalling

Akan selalu ada “kambing hitam” dalam setiap kekalahan. Kekesalan fans MU atas kekalahan lawan Wolves ditumpahkan terutama kepada dua pemain senior mereka, Ashley Young dan Chris Smalling. Untuk Young, Mancunian kesal karena sang pemain kembali melakukan kesalahan yang kerap ia lakukan, yaitu mendapat kartu merah.

Hanya dalam waktu 5 menit (menit ke-52 dan 57), Young memperoleh dua kartu kuning yang berujung ia diusir wasit dan MU bermain hanya dengan 10 pemain di sisa 33 menit pertandingan. Kondisi itu diperburuk oleh buruknya penampilan bek senior Smalling yang dianggap tak mampu menaklukkan duet striker Wolves, Raul Jimenez dan Diogo Jota.

Media di Inggris pun serta merta menyoroti kinerja Smalling, apalagi MU tak lama lagi bakal menjamu Barcelona di Liga Champions. Media-media Inggris kembali mengingatkan MU perlunya mereka merekrut bek kelas dunia.

BACA JUGA:

Dari negara mana dan kapan datang? Ini 5 info pemain Asia Persib Bandung

Empat pemain baru dan striker Asia, ini 5 info terbaru Persib buat Bobotoh Sukabumi

[3] Peluang big four MU terancam  

Luka bertambah pedih bagi Mancunian karena kekalahan atas Wolves membuat peluang Big Four mereka terancam. Kini, MU mandek di posisi 5 dengan koleksi poin 61 dari 32 laga. Posisi Pogba dkk terancam disalib Chelsea di posisi 6 yang memiliki 60 poin dengan plus satu laga. Sementara di posisi 3 Arsenal dengan poin 63 dan posisi 4 dihuni Tottenham dengan poin 61.

Dengan sisa enam laga EPL lagi, MU harus memenangkan seluruhnya dan berharap Tottenham dan Arsenal tersandung. Lebih membuat deg-degan para Mancunian lagi, dari enam laga tersisa itu MU masih harus menjalankan big match melawan klub sekota Manchester City dan Chelsea. Maka, tak berlebihan jika dikatakan peluang Big Four makin sulit untuk MU. Hmmm…!

[4] Serigala pembantai raksasa dari “Negeri Hitam”

The Wolves alias sang Serigala, demikianlah julukan pasukan besutan Nuno Espirito Santo. Wolves adalah klub promosi yang berasal dari “Negeri Hitam.” Mengapa disebut “Negeri Hitam?” Rupanya, Wolverhampton adalah salah satu dari empat wilayah di Inggris yang disebut wilayah “Black Country.” Sebutan itu merujuk pada wilayah industry di Inggris. Hitam maksudnya karena asap yang keluar dari asap pabrik.

Sejauh ini, Wolves mampu bertengger di posisi tujuh dengan poin 57. Diogo Jato hanya kalah dari enam klub raksasa Inggris dalam soal posisi klasemen. Mereka bahkan berhasil mengalahkan klub yang kerap di posisi medioker seperti Everton, West Ham atau pun Leicester.

Satu prestasi pasukan Nuno yang tak mampu disaingi klub-klub medioker lainnya adalah keberhasilan mereka mengalahkan tim-tim raksasa seperti Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan Manchester United. MU bahkan dua kali dikalahkan Wolves. Hanya Manchester City yang tak mampu dikalahkan Wolves.

[5] Data dan fakta Wolves vs MU

– Wolves meraih poin paling banyak melawan tim ‘big six’ di Premier League musim ini daripada daripada 14 tim ‘lain’ di kompetisi ini (13 poin — W3, D4, L3).

– Manchester United gagal menang di laga kandang dan tandang melawan tim promosi dalam satu musim Premier League untuk pertama kalinya sejak 2002/2003 melawan Manchester City.

– Manchester United kalah di laga tandang secara beruntun melawan Wolves di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak Agustus 1980.

– Dengan diusirnya Ashley Young, Mike Dean sudah mengeluarkan 100 kartu merah di Premier League, paling banyak di antara wasit-wasit lainnya dalam sejarah kompetisi ini. Kedua kartu merah untuk Young di Premier League dikeluarkan oleh Mike Dean (yang sebelumnya pada Januari 2009 di laga Aston Villa vs Sunderland).

– Manchester United punya pencetak gol paling beragam (tak termasuk gol bunuh diri) di antara tim-tim Premier League musim ini (16).

– Raul Jimenez terlibat langsung dalam 19 gol di Premier League musim ini (12 gol, 7 assist). Jumlah itu lima lebih banyak daripada yang pernah dicatatkan pemain Wolves dalam satu musim kompetisi.

– Diogo Jota (Wolves) terlibat dalam sembilan gol dalam tujuh pertandingan Premier League terakhir di Molineux (6 gol, 3 assist), setelah sempat gagal bikin gol atau assist di enam laga pertamanya di Molineux.

– Soctt McTominay mencetak gol pertamanya untuk MU dalam penampilannya yang ke-41 di semua kompetisi.

Dari berbagai sumber

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *