November rawan hujan es dan puting beliung, 5 info warganet Sukabumi wajib waspada!


Egi GP

Writed by: Egi GP
Editor by: Feryawi
04 Nov 2019 | 23:30 WIB


BMKG memperkirakan potensi hujan es akan paling sering terjadi terutama di wilayah Jawa, yaitu di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Musim kemarau belum sepenuhnya berlalu. Di berbagai daerah di Sukabumi (kokab) memang sudah mulai diguyur hujan. Namun masih ada beberapa wilayah, terutama di Selatan, kondisi kering kerontang masih terasa.

Nah,memasuki bulan November, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan menjadi masa peralihan atau musim pancaroba setidaknya sampai pertengahan. Stelah itu musim penghujan akan datang sepenuhnya. BMKG memperingatkan warga masyarakat untuk mewaspadai dampak musim pancaroba, di mana banyak wabah penyakit, dan juga waspada cuaca ekstrem sampai kemungkinan terjadinya hujan es.

Kalian ingin tahu informasi lengkapnya , Gaess? Berikut lima informasi yang dirangkum redaksi Sukabumixyz.com dari berbagai sumber.

[1] BMKG: musim pancaroba sampai pertengahan November

BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem seiring masuknya masa peralihan atau musim pancaroba pada awal hingga pertengahan November 2019. “Karakteristik pancaroba yang menjelang sampai pertengahan November, kejadian cuaca ekstremnya itu yang perlu diwaspadai,” kata Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin seperti dikutip dari kantor berita Antara, Kamis (31 Oktober).

Miming menambahkan, pada musim pancaroba wilayah Sumatera sudah dilanda banjir. Sementara itu, di beberapa titik wilayah Jawa, hujan juga sudah cukup lebat. Miming mengaku sudah mendapatkan laporan tentang adanya puting beliung dan hujan es di wilayah Bogor.

[2] Mulai puting beliung dan hujan es

BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi hingga bulan Desember di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Juga diperkirakan akan adanya potensi hujan es, yang akan paling sering terjadi terutama di wilayah Jawa, yaitu di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Selain hujan es, potensi cuaca ekstrem di Jawa Barat lainnya adalah puting beliung.

“Hujan es dan puting beliung, katanya, merupakan kejadian yang pada umunya terjadi pada musim transisi atau pancaroba,” tandas Miming. Khusus untuk Sukabumi, dalam seminggu dua wilayah di Kecamatan Cicurug dan Cibadak sudah dilanda puting beliung yang menyebabkan kerusakan material. 

editor’s picks:

Hujan deras dera Sukabumi, waspada bencana tanah bergerak, 5 info warganet wajib waspada

Januari-Februari 2019 Sukabumi dilanda ratusan bencana, 5 info gen XYZ mesti tahu

[3] Bagaimana hujan es terjadi?

Fenonema hujan es secara ilmiah disebut hail terjadi akibat presipitasi (turunnya hujan) yang terdiri atas bola-bola es dengan diameter antara 5-50 mm atau bahkan lebih. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level).

Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan memiliki bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius, sehingga awan tersebut mempunyai peluang sangat besar memproduksi es. Es yang terbentuk dari proses ini biasanya berukuran cukup besar.

Nah, pada masa pancaroba biasanya akan terjadi pembentukan awan secara konvektif di mana massa udara basah terangkat ke atas dan membentuk awan yang puncaknya melebihi freezing level dan terjadilah proses pengintian es.

Maka, bagian atas awan tersebut banyak mengandung es. Saat sudah cukup waktunya untuk hujan, maka butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi. Akibat ukurannya, walaupun es telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya dapat mencair.

[4] Waspada gelombang tinggi

Selain hujan es dan puting beliung, Miming menambahkan potensi gelombang tinggi air laut selama bulan November 2019 juga perlu diwaspadai selama masa pancaroba. Terutama, kata dia, di wilayah perairan barat Sumatera hingga perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan selatan pula Jawa.

“Perlu diwaspadai dengan ketinggian 2,5 meter itu di perairan selatan, barat daya, Sumatra bagian selatan, hingga perairan selatan NTB dengan ketinggian antara 2-2,5 meter,” ujarnya.

[5] Tips sehat saat musim pancaroba

Kita semua mahfum musim pancaroba rentan dengan berbagai penyakit. Oleh karena itu, sikap waspada diperlukan agar kita tetap sehat dan bisa beraktifitas selama musim pancaroba. Tips berikut bisa kalian terapkan, Gaess:

Jaga keseimbangan imun tubuh dengan minum yang cukup

Konsumsi makanan bergizi dan perbanyak makan buah-buahan

Penuhi asupan harian dan gizi pada tubuh

Jangan lupa pula untuk beristirahat

Untuk mengatasi flu, cukup gunakan alat semprot hidung. Tetapi, jika flu tidak hilang selama lebih dari lima hari, maka segera konsultasikan kesehatan ke dokter.

Jangan lupa untuk membawa jaket atau jas hujan ke mana pun pergi. Alasannya, saat musim pancaroba terjadi perubahan cuaca ekstrem.

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *