Mak Erot bakal mendunia di-endorse Menkes Terawan? 5 fakta gen XYZ Sukabumi mesti tahu


Egi GP

Writed by: Egi GP
Editor by: Feryawi
27 Nov 2019 | 23:14 WIB


Selain terapi Mak Erot, untuk meningkatkan devisa Menkes Terawan juga bakal tawarkan terapi kerokan kepada wisatawan asing sebagai bagian dari pengembangan wisata kebugaran. 

Orang Sukabumi pasti sudah sangat mahfum dengan Mak Erot. Bisa dibilang Mak Erot salah satu legenda Sukabumi. Sangat terkenal karena berhubungan dengan hal yang vital, yaitu terapi alat vital laki-laki..hehe. Nah, Gaess, nama Mak Erot belakangan kembali mencuat. Musababnya adalah pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Ada apa gerangan dengan pernyataan Dr. Terawan? Berikut lima fakta yang dirangkum redaksi sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

[1] Menkes tawarkan wisata kebugaran ‘Mak Erot’ untuk tarik devisa

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putrano menawarkan wisata kearifan lokal berupa terapi pijat ‘Mak Erot’ kepada wisatawan asing yang ingin menghabiskan waktunya berkunjung ke Indonesia guna meningkatkan devisa. Hal tersebut senada dengan satu dari empat bagian dari wisata kesehatan yang akan dikembangkan Kemkes dan Kemenpar dan Ekraf untuk menarik wisatawan asing, yaitu wisata kebugaran dan jamu.

“Banyak contohnya itu mau tongkat ali mau purwaceng, mau Mak Erot, kasih hal-hal yang menggelitik yang menciptakan keinginan tahu yang besar. Kita yakin bahwa orang-orang Indonesia itu punya ide cemerlang punya inovasi yang baik untuk menjual sesuatu, kalau yang lain menjual apa seperti bekam dan kita jual kerokan,” kata Menkes Terawan saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (19 November 2019)

[2] Menkes juga tawarkan terapi kerokan ke turis

Menkes Terawan juga menjelaskan pemilihan wisata kebugaran dan jamu dipilih akan banyak dipromosikan karena memiliki keunikan yang dinilai punya daya tarik bagi wisatawan asing. Selain terapi Mak Erot, Menkes juga menyebutkan terapi kerokan sebagai salah satu bentuk wisata kebugaran.

“Di Indonesia juga ada terapi kebugaran yang bisa diperkenalkan kepada negara lain seperti contohnya kerokan. Kerokan bikin takjub orang asing,” kata Menkes Terawan.

Nah, untuk mendukung konsep dan peta jalan wisata kesehatan itu disusun buku Katalog Wisata Kesehatan sebagai upaya penyebaran informasi bagi wisatawan akan kesediaan fasilitas layanan kesehatan unggulan di daerah wisata prioritas. Selain wisata kebugaran dan jamu, wisata kesehatan lainnya yang akan ditingkatkan adalah wisata medis, wisata olahraga, dan wisata ilmiah kesehatan.

[3] Siapa sih Mak Erot?

Tahukah kalian, tidak ada nama orang Indonesia yang bisa ditemui di jalan-jalan sebanyak nama Mak Erot! Tidak sedikit juga yang mengaku-ngaku sebagai pewaris ilmu pengobatan alternatif khusus pria milik Mak Erot. Hati-hati, kebanyakan juga palsu. Siapa sih Mak Erot sebenarnya?

Mak Erot lahir di Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lebih dari 130 tahun lalu. Si Mak adalah anak dari pasangan Boi dan Layi. Soal pengobatan tradisional alat vital, rupanya sudah dilakukan Mak Erot sejak zaman penjajahan Jepang. Berbeda dengan pengobatan lain, pengobatan ala Mak Erot adalah murni tradisional, yaitu melalui terapi mantra dan doa yang tidak mengakibatkan efek samping.

Mak Erot meninggal pada sekitar tahun 2008 di usia yang sudah sangat sepuh.

editor’s picks:

Mengintip pesona peradaban masyarakat purba Sukabumi di Palabuhanratu

Mengarungi samudera kejayaan masa lalu Palabuhanratu sebagai pelabuhan internasional

[4] Hati-hati Mak Erot palsu

Salah satu pemikiran Mak Erot soal pentingnya membuat alat vital pria menjadi sehat adalah karena seks merupakan kebutuhan yang tidak bisa digantikan, kebutuhan sebagai manusia yang secara kodrati memiliki pasangan hidup.

Nah, saking banyaknya yang mengaku-aku pewaris Mak Erot, pihak keluarga pun perlu membuat pernyataan. Keturunan Mak Erot saat ini tinggal di Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamtan Cisolok, salah satunya kang Ujang (30 tahun), satu dari lima cucu Mak Erot yang membuka praktik permak alat vital selepas kepergian neneknya.

“Selepas emak meninggal 2008 lalu yang pake nama Mak Erot itu banyak sekali. Garis keturunan langsung dan diamanati oleh Mak Erot untuk meneruskan pengobatan pijat ini hanya lima cucunya. Ada Haji Bibin praktek di Surabaya, Haji Saefulloh di Jakarta, Haji Alif Abdillah di Kampung Cigadog,  saya sendiri Abah Dalem alias Ujang di Cigadoh, Haji Syahrudin di kampung Cigadog,” terang Ujang seperti dikutip dari Sukabumiudpate.com.

Kelima cucunya itu, menurut Ujang, diminta langsung oleh Mak Erot sebelum kepergiannya. Kelima cucunya ini dinilai sudah menguasai ilmu pijat dan ragam rempah dari tanaman yang berkhasiat alam pengobatan permak alat vital itu. “Semasa Mak Erot masih buka praktik dulu sebelum meninggal, kami berlima adalah asistennya. Kami langsung ikut membantu proses pengobaan itu, mulai dari mencari tanaman rempah dan obat. Dan ikut dalam proses pijatnya,” jelas Ujang.

Soal wacana yang disampaikan Menkes untuk menjadikan terapi alat vital Mak Erot sebagai wisata kebugaran, Ujang pun menyambut baik. “Ssangat bagus, lebih baik tentunya bagi kami sebagai penerus Hj. Mak Erot, saya secara pribadi menyambut baik,” pungkasnya.

[5] Metode terapi Mak Erot membesarkan alat vital pria

Bagaimana cara Mak Erot membesarkan alat vital pria? Sebenarnya, tidak banyak yang bisa digali terkait cara terapi alat vital pria ala Mak Erot. Pijatan titik-titik tertentu, ramuan rempah, dan minyak khusus adalah rahasia turun temurun yang hanya dimiliki keturunan asli Mak Erot.

Pijatan dilakukan berada di area kaki hingga sekitar alat vital, nasi lemang dalam buluh bambu yang dijampi khusus juga salah satu syarat setelah menjalani terapi. Ada puluhan jenis rempah yang jadi bahan ramuan, dicari dari beberapa tempat.

“Ramuan jamu ini diminum setelah terapi, ada juga yang dibawa pulang. Selain itu tamu yang datang juga nanti dibekali minyak urut khusus bisa dipraktikan sendiri di rumah, lalu ada juga nasi lemang yang terbuat dari ketan untuk dimakan oleh tamu nanti,” ujar Alip Abdillah, salah seorang cucu Mak Erot, seperti dikutip dari Kompas.com.

Nahh…boleh deh kalian sebagai warga Sukabumi bangga karena Mak Erot bakal mendunia!

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *