Jelang libur panjang Nataru, ini 5 titik macet gen XYZ Sukabumi mesti tahu


Egi GP

Writed by: Egi GP
Editor by: Feryawi
19 Des 2019 | 23:48 WIB


Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bertepatan dengan libur sekolah semester 1, sehingga diprediksi bakal terjadi kemacetan parah yang berbagai titik di Sukabumi, terutama menuju tempat wisata.

Mulai besok, Sabtu (21 Desember 2019), libur panjang akhir tahun atau yang dikenal dengan Nataru bakal dimulai. Kalian juga pasti sudah mulai membuat rencana untuk berlibur ya, Gaess. Nah, untuk diketahui, pihak otoritas terkait di Sukabumi memprediksi bakal terjadi kemacaten terutama di lima titik yang sudah teridentifikasi.

Di mana sajakah itu? Berikut lima informasi yang dirangkum redaksi sukabumiXYZ.com dari berbagai sumber.

[1] Ada 5 titik rawan kemacaten

Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi menyatakan sudah siap mengantisipasi beberapa titik rawan kemacetan dan kecelakaan dengan menyiagakan personelnya. Hal ini diungkap Kasatlantas Polres Sukabumi, Iptu Riki Fahmi Mubarok, seperti dikutip dari Detikcom, Rabu (17 Desember 2019).

Berdasarkan data Satlantas Polres Sukabumi, ada lima titik lokasi rawan macet dan kecelakaan yakni di wilayah Jalur Bangkongreang-Cicurug, Jalur Parungkuda (Bojongkokosan-Parungkuda dan Leuwiorok-Gawirluhur-Parungkuda), Jalur Karangtengah-Cibadak, Jalur Alternatif Cikidang-Pelabuhan Ratu, dan Jalan Raya Citepus-Palabuhanratu.

[2] Jalur alternatif yang bisa dilalui

Salah satu cara mengurai kemacetan yang sudah disiapkan oleh pihak Satlantas Polres Sukabumi adalah menyiapkan beberapa jalur alternatif. Di jalur-jalur alternatif itu rencananya akan dipasang rambu-rambu portable, baik itu rambu penunjuk arah, tolo-tolo maupun water barrier. Khusus untuk jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu yang sangat rawan kecelakaan, pihak Satlantas menghimbau pengendara untuk memperhatikan rambu lalu lintas yang tersebar di sepanjang ruas jalan.

Selain melengkapi jalur alternatif dengan berbagai rambu, pihak Satlantas juga akan terus melakukan pemeriksaan angkutan umum beserta pengemudinya. Dipastikan, kendaraan beban berat dan bak terbuka tidak diperbolehkan untuk melewati jalur Cikidang-Pelabuanratu. Larangan keras juga dibuat kepada para pengemudi angkutan umum agar tidak mengkonsumsi obat-obatan dan miras.

editor’s picks:

13 lebih titik rawan macet di Sukabumi jelang Lebaran, 5 info mudikers mesti tahu

Ini Dia 5 Titik Kemacetan di Kota Sukabumi, Gaess

[3] Angkutan berat dibatasi saat libur Nataru

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memastikan akan menerapkan pembatasan kendaraan berat selama libur Nataru 2020. Pembatasan kendaraan berat merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 72 Tahun 2019 tentang pengaturan lalu lintas operasional mobil barang selama masa angkutan Natal tahun 2019 dan tahun baru 2020.

Pembatasan dilakukan dalam berbagai tahapan. Pembatasan yang berlaku tanggal 20 Desember pukul 00.00 WIB hingga tanggal 21 pukul 24.00 WIB, salah satunya diberlakukan di ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi. Lalu, pada tanggal 25 Desember dimulai pukul 00.00 WIB sampai 26 Desember pukul 24.00 juga dibatasi.

Terakhir pada tanggal 31 Desember pukul 00.00 WIB hingga 1 Januari pukul 24.00 WIB, pembatasan juga dilakukan di jalan tol JKT- Bogor- Ciawi dan Jalan Nasional Sukabumi-Ciawi. Kendaraan berat yang dilarang, yakni truk sumbu tiga ke atas. Sementara kendaraan berat yang diperbolehkan melintas selama angkutan Nataru yakni kendaraan yang mengangkut logistik kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

[4] KAI Daop 1 kerahkan 4.000 pegawai amankan Nataru

Persiapan menjelang libur Nataru juga dilakukan oleh PT KAI Daop 1 Jakarta mengerahkan 4.403 pegawai untuk ikut mengamankan dan menyukseskan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Angkutan Natal dan Tahun Baru akan berlangsung 19 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020.

Salah satu yang menjadi perhatian PT KAI Daop 1 adalah Sukabumi di mana sempat terjadi tanah longsor di jalur kereta api Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kecamatan Cicurug.

“Di titik rawan longsor dan amblas seperti lintas Bogor ke Sukabumi, kami sudah petakan poskonya, juga tambah penjaga ekstra. Ada petugas yang nantinya jalan kaki melihat track-nya, jadi saat KA lewati titik tertentu, petugas jalan duluan. Mudah-mudahan tidak ada yang kecolongan,” kata Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah seperti dikutip dari Antara, Rabu (18 Desember 2019).

[5] Polres Sukabumi Kota kerahkan 692 personel amankan Nataru

Sementara itu, di Kota Sukabumi pihak keamanan sudah menyiapkan ratusan personilnya untuk mengamankan masa libur panjang Nataru. Pengamanan yang akan dilakukan bakal dikemas dalam bentuk Operasi Lilin Lodaya 2019 dan melibatkan sedikitnya 692 personil gabungan TNI, Polri dan intansi terkait lainnya.

“Kekuatan sebanyak 692 personel gabungan. Dari Polres sebanyak 362 personel, dan 330 personel gabungan dari TNI, Instansi terkait dan komponen masyarakat lainnya,” tegas Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Wisnu Prabowo.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *