Aneh, Gaess, 5 pekerjaan Pemkab Sukabumi ini seperti digarap setahun sekali


Irwan Kurniawan

Writed by: Irwan Kurniawan
Editor by: Feryawi
31 Mei 2018 | 0:13 WIB


Di Kabupaten Sukabumi, sudah mau habis tahun anggaran murni, tapi banyak pekerjaan belum dikerjakan.

Seringkali pemerintah paerah dan bahkan pemerintah pusat mengabaikan lima persoalan di bawah, dan melakukan antsipasi hanya ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Lima hal yang seringkali diabaikan pemerintah dan dikerjakan setahun sekali menurut Direktur Lembaga Kajian Pendidikan dan Partisipasi Masyarakat (LKPPM) Sukabumi, Sukitman Sudjatmiko, Rabu (30/5/2018) kepada sukabumiXYZ.com, adalah:

BACA JUGA: Bukan mobil syetan, Gaess, kamu tau gak 5 istilah unik sopir Colt L300 Sukabumi-Bogor?

1. Mengecek harga pasar

Meskipun semua Unit Pekerja Teknis Daerah (UPTD) Pasar selalu melakukan pencatatan harga-harga setiap seminggu sekali, namun seringkali dinas terkait tidak bisa mengontrol harga, erutama menjelang Lebaran tiba, mereka pun selalu melakukan ritual rutin turun langsung ke lapangan.

“Padahal kalau dikerjakan serius dari hari-hari biasa, tidak usah turun lagi melakukan pencitraan ke pasar-pasar,” jelas Sukitman.

2. Inspeksi mendadak

Dengan alasan menjelang Lebaran banyak pasar menjadi sasaran produk kadaluarsa, biasanya sejumlah dinas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar, dari mulai pasar modern sampai tradisional. Padahal kata Sukitman, persoalan produk kadaluarsa tetap saja berbahaya, meskipun tidak menjelang Lebaran.

“Bukannya produk kadaluarsa setiap hari ada di pasar? Mau sedikit atau banyak, sama berbahayanya bila dikonsumsi. Seharusnya dinas melakukan pekerjaan itu secara komprehensif, bukan hanya menjelang Lebaran,” pinta Sukitman.

BACA JUGA: 5 Fakta Kamar 308 milik Nyai di Inna SBH Palabuhanratu Sukabumi, berubah? 

3. Memperbaiki infrastruktur

Untuk membuat para pemudik Lebaran aman dan nyaman, pemerintah seringkali melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan. Padahal, di hari-hari biasa pun, ketika jalan rusak dan berlobang, tetap saja berbahaya bagi pengguna.

“Jadi secara tidak langsung, pemerintah menganggap nyawa yang melayang setiap hari di jalan yang kurang baik infrastrukturnya itu kurang penting, buktinya sekarang di Kabupaten Sukabumi, sudah mau habis tahun anggaran murni, pekerjaan banyak yang belum di kerjakan,” sindir Sukitman.

4. Mengecek kendaraan umum

Sama halnya dengan infrastruktur jalan, kendaraan umum pun menjadi salah satu objek yang seringkali dianggap pemerintah hanya perlu dipastikan aman saat menjelang Lebaran saja.

“Uji kelayakan selalu dilakukan secara berkala oleh dinas perhubungan. Anehnya, sebelum Lebaran, seringkali dilakukan uji kelayakan kembali. Berarti uji kelayakan yang berkala di hari biasa itu dilakukan tidak serius,” tegasnya.

BACA JUGA: 5 fakta keren generasi millenial Amrik, bagaimana Gen Y Sukabumi?

5. Mengurus THR buruh

Meskipun sudah ada aturan jelas soal tunjangan hari raya (THR) bagi buruh atau pekerja, tapi tak jarang buruh di Sukabumi melakukan unjuk rasa menuntut THR setiap menjelang Lebaran. Contoh terbaru, dilakukan buruh PT Younghyun Star Cibadak yang berunjuk rasa dipicu persoalan THR yang dinilai tidak sesuai aturan.

“Pemerintah selalu hadir belakangan, menunggu ricuh baru ambil sikap. Padahal ketika aturan sudah ada, dari awal sudah memastikan aturan itu dilaksanakan dengan baik dan benar, sehingga perusahaan tidak ada yang berani keluar aturan,” tutup Sukitman.

  • 4
    Shares
Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan

Irwan Kurniawan, pernah malang melintang di dunia kewartawanan. Mantan jurnalis kelahiran Sukabumi, 15 Januari 1980, ini pernah menjadi wartawan Radar Sukabumi dan sukabumiupdate.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *