5 genre musik baru muncul di era millenial, gen Y Sukabumi belum tau kan?

Setiap era selalu muncul genre musik baru.

Di setiap era selalu muncul genre musik baru, termasuk di era millenial sekarang. Klasifikasi genre baru bukan berarti sama sekali baru, tapi juga bisa gabungan dari berbagai genre atau modifikasi dari genre musik tertentu.

Nah, jika kita sebelumnya hanya tahu tentang genre musik pop, rock, jazz, dan lain sebagainya, kini ada genre musik baru yang dikreasi oleh para kaum milenial.

Ini dia lima genre musik yang baru muncul di era milenial, Gaess.

BACA JUGA: Gaess, ini lho 5 mahasiswi hijaber cantik Sukabumi

1. Dream Pop

Adalah sosok seorang penyanyi muda nan seksi Lana Del Rey yang menjadi pionir genre ini. Pada tahun 2012, Lana mulai muncul dan kini menjadi fenomena baru di dalam musik pop dunia. Lagunya bertajuk ‘Blue Jeans’ dan ‘Born To Die,‘ menjadikan Lana sebagai sosok yang memberi warna baru. Lana mencuat dengan suaranya yang lembut dan tenang namun terkesan gelap dan misterius.

Satu tahun berselang, 2013, musisi muda lainnya bernama Lorde menggebrak industri musik dunia dengan lagu-lagu hitsnya, seperti ‘Royals’ dan ‘Team’. Gaya musik Lorde yang tenang dan gelap mirip seperti Lana Del Rey membuat satu sub-genre pop baru yang biasa disebut dream pop.

Pada dasarnya dream pop adalah dari musik pop modern yang bernuansa vintage dengan menggabungkan ambient pop dan neo-psychadelia yang terkenal di era 80an. Beberapa musisi yang juga mempopulerkan genre dream pop adalah The Neighborhood, Cigarettes After Sex, dan Grimes.

BACA JUGA: Gen Y Sukabumi gak suka politik praktis? Tapi mesti melek politik karena 5 alasan ini

2. Future Soul

Ini adalah genre musik gabungan dari soul dan R&B kontemporer. Genre future soul dipopulerkan oleh musisi asal Inggris bernama Daley pada tahun 2010. Walau serupa, future soul berbeda dengan neo-soul. Kalau neo-soul genre musik yang bernuansa vintage dan jazzy, future soul lebih berani bereksperimen dengan musik-musik modern, seperti dubstep, chiptune, dan hip-hop.

Dikenal publik sejak tahun 2010, future soul baru pada tahun 2016 menggebrak dunia saat band asal Australia bernama Hiatus Kaiyote berhasil masuk nominasi Grammy Awards 2016 di kategori Best R&B Performance lewat lagunya ‘Breathing Underwater’.

BACA JUGA: KPopers Sukabumi, ini 5 seleb dengan followers IG terbanyak, ada idolamu?

3. Electronicore

Genre ini adalah gabungan dari metalcore dengan berbagai jenis musik elektronik, seperti trance, electronica, dan dubstep. Electronicore dipopulerkan di Inggris dan Amerika pada tahun 2010. Attack Attack adalah band pertama yang memperkenalkan genre electronicore. Keunikan musik mereka adalah musik cadas dengan sentuhan dance music.

Band Indonesia yang mengusung genre ini adalah Bla Bla Blast. Band ini dibentuk oleh Dochi Pee Wee Gaskins dan Cemetery Dance Club terispirasi dari Attack Attack.

Meski saat ini Attack Attack sudah bubar, Enter Shikari dan I See Star masih mempopulerkan genre musik ini. Bahkan pada festival metal terbesar di Indonesia, Hammersonic 2017, I See Star hadir ke Jakarta dan terus memperkenalkan genre electronicore.

BACA JUGA: Gaess, Kabupaten Sukabumi punya nama desa unik, nomor 5 mirip majelis taklim

4. Easycore

Pada tahun 2009, empat band Amerika Serikat: A Day To Remember, Four Year Strong, New Found Glory, dan Set Your Goals, menggelar tur bertajuk ‘Easycore Tour.’ Genre musik yang diusung keempat band terdengar sangat asing. Mereka menamai genre musik mereka easycore. Easycore merupakan gabungan antara musik pop punk yang ceria dan metalcore yang gelap.

Kehadiran easycore menciptakan pro-kontra di industri musik. Kaum metalhead dunia mengecam easycore karena merusak musik metal dengan kecerian khas remaja era milenial. Di sisi lain, pecinta musik pop punk bergembira karena akhirnya easycore memberi ruang bagi musisi pop punk yang ingin bereksperimen.

Hingga kini, semakin banyak band yang mengusung genre ini, seperti Chunk No Captain Chunk, Belmont, dan Knuckle Puck.

BACA JUGA: Kadung populer, warga Sukabumi keliru bicara 5 bahasa Korea termasuk Samsung

5. Djent

Ini genre yang membuat perubahan revolusioner pada gitar. Ya, genre musik ini memodifikasi gitar listrik menjadi memiliki 7 sampai 9 senar. Genre yang dasarnya dari metal ini musiknya sangat unik, futuristik, rumit dan tidak biasa.

Semuanya berawal dari eksperimen Tosin Abasi bersama band instrumentalnya, Animal As Leaders. Walhasil, djent pun menjadi mainan baru musisi-musisi metal dunia. Band-band metal seperti Periohery, Born Of Osiris, dan Messhuggah kini memilih djent sebagai genre musik.

Djent sendiri sebenarnya penggabungan metal dengan berbagai genre, seperti progressive metal, math rock, dan metalcore. Tak berhenti di situ, kini djent merambah ke genre lain (easycore dan instrumental). Beberapa band non-metal yang mengusung djent adalah Shrezzers, Chon, dan Polyphia.

Well Gaess, genre musik apa yang sedang kamu gandrungi? (dari berbagi sumber)

  • 4
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *