Gen Y Sukabumi gak suka politik praktis? Tapi mesti melek politik karena 5 alasan ini

Generasi millenial Sukabumi bagian dari entitas politik bernama NKRI.

Politik berasal dari bahasa Yunani ‘politika’, yang artinya “berkaitan dengan kehidupan publik.”

Politik praktis bukanlah hal tabu, Gaess. Karena gen Y atau generasi millenial Sukabumi kan bagian dari entitas politik besar yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Makanya nih, Gaess, kita warga Sukabumi terkhusus gen Y-nya, mesti melek politik. Tentunya melek politik yang bernafaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45, lain tidak!

Apalagi sekarang zamannya medsos yang menjadi akses informasi utama bagi kebanyakan gen Y. Banyak berseliweran materi-materi politik praktis yang kadang membingungkan di medsos.

BACA JUGA: Sengketa buruh berulang ini 5 jawaban Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi

Melek politik dalam konteks ini berarti gen Y harus mempunyai filter untuk menyaring mana informasi politik yang faktual dan mana yang hoax.

Nah, sebelum jauh berbicara politik yang rumit (sampe pusing kepala…hehe), berikut lima fakta sejarah tentang politik paling dasar yang mungkin kamu belum ngeh.

1. Kata politik dalam buku karya Aristoteles

Kata ‘politik’ pertama kali mengemuka di Inggris sekitar tahun 1460 sebagai sebuah judul dalam buku karya Aristoteles. FYI, Aristoteles adalah salah satu dari trio filsuf kenamaan Yunani di era sebelum Masehi. Dua nama lainnya adalah Socrates dan Plato. Jika dirunut, Socrates adalh filsuf pertama dan gurunya Plato. Lalu Plato mendirikan salah satu sekolah pertama di dunia yang disebut ‘Academia.’ Salah satu murid yang belajar di Academia milik Plato adalah Aristoteles.

BACA JUGA: Gen Y Sukabumi, ini 5 alasan membunuh karena bela paksa bebas dari jerat hukum

2. Politik dan negara

Dalam perkembangannya di abad ke-16, kata ‘politik’ merujuk pada pengaturan dan pengorganisasian negara. Kata politik sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya “berkaitan dengan kehidupan publik.”

3. Politik terbesar di India

India adalah negara demokrasi terbesar di dunia dengan lebih dari 700 juta penduduknya (pemilih) berpartisipasi secara aktif dalam politik.

BACA JUGA: Kadung populer, warga Sukabumi keliru bicara 5 bahasa Korea termasuk Samsung

4. Bolivia paling banyak suksesi politik

Di dunia ini, negara Bolivia di Amerika Selatan adalah negara dengan suksesi politik terbanyak. Sekira 200 era pemerintahan pernah berkuasa di Bolivia sejak tahun 1825. Sementara itu, Italia memiliki lebih dari 50 pemerintahan dan lebih dari 20 perdana menteri sejak tahun 1945.

5. Akibat enggan berpartisipasi dalam politik

Menurut Plato, manusia harus berpolitik. “Salah satu hukuman atau akibat enggan berpartisipasi dalam politik adalah kamu akan berakhir pada nasib di mana kamu diatur (governed) oleh orang yang lebih inferior dibanding kamu.” (Plato).

  • 3
    Shares
Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *