Generasi millenial Sukabumi Utara butuh ruang menuang? Nomor 5 entah di mana

Wilayah utara Kabupaten Sukabumi kian padat manusia dan aktivitas.

Gen Y Sukabumi, jika kita melalui jalan dari ujung Benda, Kecamatan Cicurug, sampai Cisaat, Kabupaten Sukabumi, ada yang bisa hitung berapa banyak ruang terbuka hijau dan taman di sepanjang jalan? Pastinya jari tangan terlalu banyak untuk menjumlahnya ya, Gaess.

Ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota seharusnya memang ada di sepanjang jalan Sukabumi Utara. Rutinitas warga dan padatnya kendaraan bermotor, kerap menyebabkan kemacetan dan bikin kita mudah stress.

Kebayangkan kalau udah stress gitu enaknya ngapain? Ya santai sejenak di ruang yang bisa menetralisir kepenatan otak akibat polusi udara dan pikiran. Di ruang yang memiliki udara segar tentunya.

BACA JUGA: Wanita Sukabumi berani memukau saat Lebaran dengan 5 model rambut pendek sebahu ini

Bagi gen Y Sukabumi, RTH bukan sekadar untuk menetralisir stress, tetapi juga sarana kaum muda menuangkan kreativitas, serta tempat silaturahim, membentuk komunitas, juga arena kreasi olah raga dan pikiran.

Sayangnya nih, Gaess, menurut data di website resmi Pemda Kabupaten Sukabumi, sukabumikab.go.id, di wilayah utara kabupaten ini, memang minim ruang terbuka hijau. Terhitung sejak berita di-publish tahun 2016, sampai saat ini, faktanya jumlah RTH masih belum bertambah dan jauh dari rencana.

Nah, berikut lima RTH dan taman di wilayah utara Kabupaten Sukabumi dikutip dari website tersebut, yang mungkin bisa kamu gunakan untuk berekspresi ya, Gaess:

BACA JUGA: Warga Sukabumi menanti Piala Dunia 2018 Rusia? Ini jadwal lengkapnya

1. Kaum Cicurug, Kecamatan Cicurug

Dari setelah Lido, kalian gak akan nemuin taman selain Kaum Cicurug. Memang bukan taman, karena dari luasnya lebih diperuntukkan untuk lapangan serba guna. Apalagi pepohonan pun sangat minim. Tapi kalau tempat jajannya, di sini udah cukup buat lampiasin nafsu makan kalian. Apalagi pedagang kaki limanya sudah diatur lebih baik ketimbang dulu.

2. Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Parungkuda

Wah, itu kan museum kok jadi taman? Ih, Gaess, kalau kalian mampir ke monumen bersejarah Palagan Bojongkokosan, ini tempat gak cuma itu. Di area atas banyak pepohonan yang bisa bikin kalian plong ngelepasin penatnya jalanan Sukabumi, walaupun hanya sebentar.

Ada banyak pohon, bisa liat-liat museum, mau olahraga juga bisa. Apalagi di area parkir juga sedang dibangun masjid, serta banyak penjual makanan. Gak usah kuatir. Sayangnya, penerangannya masih kurang, dan akses masuk dibatasi waktu.

BACA JUGA: 5 jenis usaha di Sukabumi yang ketiban rezeki Lebaran

3. Taman Kota Karang Tengah, Kecamatan Cibadak

Lokasinya di samping bekas Kantor Samsat Cibadak. Lokasi yang juga strategis, sehingga banyak pedagang berjejer di sekeliling taman ini. Di taman ini, dibanding taman sebelumnya ada beberapa sarana bermain anak. Walau masih minim pepohonan, di taman ini terdapat komunitas baca, lho!

4. Alun-Alun Cisaat, Kecamatan Cisaat

Ada patung ikan gede. Nah, itu alun-alun Cisaat. Tamannya rimbun oleh pepohonan. Dari denahnya juga sudah tertata rapi. Namun, jangan harap taman masih tetep cantik jika sudah memasuki mulai sore hari. Kurangnya penataan pedagang kaki lima di depan taman, membuat kondisinya jadi semerawut.

BACA JUGA: Gen Y Sukabumi mesti aware, ini 5 masalah lingkungan terbesar abad ini

5. RTH, entah di mana

RTH di lokasi yang entah di mana, akan dibuat di beberpa titik yang sering dilalui warga Sukabumi. Di daerah yang padat dengan aktivitas rutinitas warga, tentu butuh area yang rimbun pepohonan dan tertata, serta jauh dari kebisingan.

Selain itu, perlu dilengkapi arena bermain anak dan olah raga. Inilah ruang terbuka hijau yang diinginkan warga Sukabumi Utara. By the way, itu hanya imajinasi dari rencana Pemerintah Kabupaten Sukabumi ya, Gaess. Tapi semoga saja segera terealisasi.

Untuk semua RTH dan taman yang masih ada, mari kita jaga dan rawat bersama agar bisa dinikmati semua generasi XYZ. Ingat, jangan buang sampah sembarangan. Sampahmu urusanmu, ok!

  • 4
    Shares
Bagea Awi Dan Heni

Bagea Awi Dan Heni

Lahir di Sukabumi, 31 Agustus 2005. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, masih tercatat sebagai siswi kelas delapan sekolah menengah pertama. Untuk menyalurkan hobi menulis, Bagea menjadi Reporter Cilik sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *