Gaess, ini lho 5 fakta unik sejarah Tahun Baru gen XYZ Sukabumi mesti tahu

Orang Amrik habiskan 360 juta gelas wine selama merayakan Tahun Baru.

Entah dengan alasan ideologis-relijius ataupun sekadar gambaran perilaku konsumerisme, faktanya Tahun Baru dirayakan di seluruh penjuru dunia. Selain hitung mundur sambut tahun yang bau, meniup terompet, menyalakan kembang api dan petasan, detil cara merayakan pergantian tahun baru berbeda-beda tergantung tradisi negaranya masing-masing.

Nah, berikut lima fakta unik sejarah dan perayaan Tahun Baru di berbagai negara!

1. Kepausan Vatican yang mengenalkan Tahun Baru jatuh pada tanggal 1 Januari

Adalah Kepausan Vatican yang pertama kali memperkenalkan awal Tahun Baru jatuh pada tanggal 1 Januari. Adapun penanggalan yang digunakan berasal dari kalender Gregorian yang diperkenalkan pada bulan October 1582 oleh Paus Gregory XIII, sebagai revisi dari kalender Julian.

Membutuhkan waktu 350 tahun sampai kalender itu diterima di seluruh dunia. Turki bahkan baru memakai kalender itu pada tahun 1927.

2. Asal muasal bulan Januari

Alasan di balik penamaan Januari sebenarnya cukup dalam. Banyak difahami bahwa nama bulan Januari diambil dari nama dewa zaman Romawi, Janus. Namun sebenarnya itu tidak sepenuhnya tepatbut. Nama Januari akarnya diambil dari kata Latin “ianua,” yang artinya “pintu.” Nama itu dipilih untuk menyimbolkan pembukaan pintu baru yang terjadi setiap kali tahun baru dimulai.

BACA JUGA:

Gen XYZ Sukabumi, kenalan kuy sama pengamen suara merdu di Cibadak Food Street?

Jangan ngaku pernah ke Cibadak Sukabumi kalau belum cicipi Ayam Geprek Bah Dadan

Ngaprak Sukabumi a’la Wak Ruher (episode 1): dari Batujolang, Tugu Gede sampai Ciptagelar

3. Tradisi Kristen tanggal 1 Januari

Pada masyarakat Kristen, di mana kalender Gregorian dikembangkan, Hari Tahun Baru secara tradisional diperingati sebagai Feast of the Circumcision of Christ (Perayaan Penyunatan Kristus). Tradisi itu masih diperingati oleh Gereja Anglikan dan Gereja Lutheran.

4. Babilonia kuno rayakan Tahun Baru di bulan Maret

Jauh sebelum ditemukan kalender Julian maupun Gregorian, masyarakat negara Babilonia kuno (sekarang Irak bagian selatan) mempunyai kalender sendiri di mana Tahun Barunya dimulai pada bulan Maret (jika dibandingkan dengan kalender sekarang).

Perayaan Tahun Baru itu dilakukan secara meriah selama 12 hari, disebut hari Akitu. Masyarakat Babilonia menghabiskan waktu untuk berdoa kepada dewa-dewa mereka, bukannya berpesta pora seperti yang dilakukan saat ini.

5. Perayaan Tahun Baru di New York termegah di dunia

Jika menyebut di manakah Tahun Baru dirayakan secara megah di dunia? Maka salah satunya pasti menjawab di New York, Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu perayaan Tahun Baru difokuskan di New York Time Square di mana dimeriahkan oleh jutaan orang yang sengaja datang.

Menurut catatan yang ada, keistimewaan perayaan Tahun Baru di New York, di antaranya penjatuhan bola besar, kembang api, dan peniupan jutaan trompet secara bersama-sama. Tak hanya itu, ada juga tradisi saling berciuman saat tahun berganti. Tradisi itu adalah warisan bangsa Romawi dulu kala.

Satu lagi, selama perayaan Tahun Baru itu, kabarnya orang Amerika Serikat menghabiskan 360 juta gelas wine (anggur). Wow! Kita mah minum bajigur aja ya, Gaess! (dari berbagai sumber)

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *