‘Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal’ the movie tayang April, 5 info anak Sukabumi pasti tunggu

Biaya film terbaru Upin & Ipin ini menghabiskan dana Rp70 miliar.

Siapa yang tidak tahu dengan serial kartun anak-anak asal Malaysia yang bercerita tentang si kembar Upin & Ipin. Tak hanya anak-anak, remaja dan ornag dewasa pun banyak yang suka dengan kartun ini. Nah, kabar terbaru nih Gaess, kartun Upin & Ipin versi “the movie” bakal tayang hari ini di negara asalnya, Malaysia.

Wah, asyik nih ya, lalu kapan bakal tayang di bioskop-bioskop Indonesia? Berikut lima info perihal Upin & Ipin teranyar, gen XYZ Sukabumi pasti tunggu!

[1] Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal

Upin Ipin “the Movie” dipastikan kembali hadir untuk kedua kalinya. Film produksi Les Copaque Production diberi berjudul “Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal.” Film ini adalah pengembangan dari produksi sebelumnya Pengembaraan Bermula (2012), film 2016 Upin & Ipin: Jeng Jeng Jeng!

Rencananya akan mulai tayang pada hari ini, Kamis (21 Maret) di Malaysia. Pihak Les Copaque juga berencana merilis film ini di luar Malaysia, dimulai dari Brunei Darussalam, Singapura dan Indonesia, diikuti China, Taiwan hingga Jepang. Di Indonesia rencananya film ini akan hadir di bulan April.

[2] Film termahal di Malaysia

Tahu gak, Gaess? Seperti dikutip dari TheStar Malaysia, film Upin & Ipin teranyar ini ternyata menjadi film termahal yang pernah diproduksi di Malaysia. Film yang dibuat selama 5 tahun ini menghabiskan biaya produksi hingga 20 juta ringgit atau setara Rp.70 miliar.

“Kami membutuhkan waktu lima tahun untuk membuat film ini untuk meningkatkan keahlian teknis staf kami dalam animasi. Ini untuk memastikan Keris Siamang Tunggal setara dengan kualitas film animasi internasional dan, pada saat yang sama, meningkatkan standar industri animasi Malaysia,” kata Produser Eksekutif Film Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal, Burhanuddin Radzi.

BACA JUGA:

Mulai Pokemon sampai Frozen 2, ini 5 film anak gen YZ Sukabumi layak tonton di 2019

Gen XYZ Sukabumi, ini 5 fakta unik dan tragis film animasi Masha and The Bear

Keren nih, Gengs, Hari Film Nasional 2019 di Sukabumi, datang, nonton, gratis pula

[3] Terobosan penuh ambisi Les Copaque  

Biaya luar biasa yang dikeluarkan untuk membuat Upin & Ipin: Keris Siamang Tunggal tak lepas dari ambisi Burhanuddin Radzi untuk membuat karya animasi yang berkualitas dunia. Salah satu terobosan dalam serial TV Upin & Ipin, menggabungkan animasi 3D dengan aksi langsung.

“Untuk berada pada tingkat kompetitif dengan produksi di luar negeri, kami mengeluarkan banyak uang untuk penelitian dan pelatihan staf kami. Ada banyak tantangan teknis yang harus kami atasi; misalnya, kami harus menghapus semua model lama kami di mana kami mengambil banyak pintasan, dan mulai dari awal,” ungkap Burhanuddin.

[4] Mengangkat cerita rakyat Malaysia

Satu hal yang luar biasa dari film ini juga mengangkat cerita rakyat Malaysia. Ini seharusnya menjadi inspirasi bagi produsen-produsen film anak di Indonesia. Masa kalah sama Malaysia, kan?

Nah, kembali ke film Upin & Ipin, sesuai cetak biru perusahaan produksi, film ini terbaru membanggakan semua hal tentang Malaysia. Dalam hal ini, karakter dari cerita rakyat Malaysia seperti Bawang Merah, Bawang Putih, Raja Bersiong dan Pak Belalang berada di plot utama Keris Siamang Tunggal.

[5] Sinopsis Keris Siamang Tunggal 

Film ini dimulai dengan Upin dan Ipin yang nakal -bergabung dengan teman-teman mereka- membantu Atuk membersihkan kandangnya yang berantakan. Di sana, Upin dan Ipin menemukan banyak barang lama termasuk sejumlah keris.

Salah satu keris ternyata benda ajaib, yang membuka portal yang mengangkut Upin dan Ipin beserta gengnya, ke negeri fantasi bernama Inderaloka. Di negeri ini, tersebutlah seorang Raja Bersiong yang menetas rencana jahat yang akan merusak kehidupan damai di tanah yang fantastis ini.

Jadilah Upin, Ipin dan teman-temannya berjibaku membantu Mat Jenin, pahlawan di negeri Inderaloka, mengalahkan Raja Bersiong.

Wah pasti seru ya Gaess!

Dari berbagai sumber

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *