Film Gundala tayang 29 Agustus, 5 fakta proses produksi gen XYZ Sukabumi tahu?

Lagi booming Avengers, pecinta film superhero Sukabumi juga bakal bisa menikmati film lokal bergenre sama dengan kualitasnya dijamin tak kalah hebatnya. 

Kalau Hollywood punya Avengers (Marvel) dan Justice League (DC Comics), Indonesia punya Gundala. Nah, setelah sekian lama dinanti para pecinta film superhero, akhirnya video teaser resmi Gundala merilis poster resmi pada Selasa (28 Mei),s etelah sebelumnya Screenplay Films merilis teaser resminya pada 12 April lalu.

Sutradara Joko Anwar mengklaim film Gundala sudah mencapai 95 persen dalam tahap produksinya dan akan tayang mulai 29 Agustus 2019 di seluruh bioskop Indonesia. Dalam teaser resminya, terlihat Sancaka alias Gundala yang diperankan Abimana Aryasatya memiliki masa kecil yang sangat pahit. Lagu “The End of the World” yang dipopulerkan oleh Skeeter Davis mengiringi teaser ini.

Pada akhir video, terlihat bagaimana Sancaka tersambar oleh petir hingga akhirnya ia berubah menjadi sosok Gundala yang dapat mengeluarkan petir. “Kalau orang lain tidak mau memperjuangkan keadilan, bukan berarti kita harus begitu juga kan, Nak,” begitulah slogan film yang ditulis pada keterangan video teaser.

Di sisi lain, rupanya banyak fakta unik sekaligus mengejutkan di balik proses produksi film Gundala, Gaess. Penasaran apa saja fakta-fakta itu? Berikut lima fakta di balik proses produksi film Gundala yang dirangkum Sukabumixyz.com dari berbagai sumber.

[1] Gundala, sosok sang pemersatu

Menurut Sutradara Joko Anwar, ia mengangkat Gundala menjadi film karena Gundala merupakan karakter pemersatu yang ada di semesta Bumilangit. Itulah mengapa di serial film lainnya juga Gundala akan muncul sebagai pemersatu.

Alasan lain Joko adalah karena tahun 2019 ini merupakan tahun emas bagi Gundala. Tepat 50 tahun sudah karakter Gundala diciptakan dalam komik di tahun 1969. Jadi sebagai bentuk anniversary juga buat Gundala.

[2] Syuting selama 53 hari di 70 lokasi, dengan 1.800 aktor

Joko juga menceritakan proses syuting film Gundala dilakukan selama 53 hari di 70 lokasi. Ini termasuk produksi besar, lho Gaess! Selain itu, yang menakjubkan film ini melibatkan 1.800 pemain. Pasti makin penasaran menonton film ini ya, Gaess.

BACA JUGA:

Gen XYZ Sukabumi anggun dan modis saat Lebaran dengan 5 tren hijab ini

Mengintip rumah dan mobil mewah Desy Ratnasari di Sukabumi, berapa total hartanya?

[3] Kang Cecep, koreografer adegan action

Bagi kamu yang sudah nonton “John Wick 3,” pasti tahu siapa itu Cecep Arifrahman atau yang dikenal dengan Kang Cecep? Yess, di film Gundala, Kang Cecep menjadi koreografer untuk adegan action-nya. Abimana yang berperan sebagai Gundala sendiri mengatakan, bahwa ia sangat senang bisa diajari langsung oleh Kang Cecep. Selain itu, ia juga mencoba untuk menggabungkan antara pencak silat dengan street fighting.

Bocoran dari Kang Cecep, banyak masyarakat luar negeri yang ingin sekali menonton Gundala dan berharap film tersebut bisa didistribusikan di negara mereka. FYI, salah satu pemain film “Gundala” merupakan anak dari Kang Cecep. Ia memerankan karakter Awang.

[4] Abimana turunkan BB sampai 10 kg

Sebagai aktor professional, Abimana sang pemeran Gundala harus menurunkan berat badannya (BB) hingga 10 kilogram. Hal tersebut dilakukan agar badannya sesuai dengan karakter Gundala. Wah, wajib diacungi jempol nih profesionalitas Abimana. Ini namanya totalitas, Gaess.

[5] Kostum ‘Gundala’ sepabrik dengan kostum Daredevil

Mayoritas kostum Gundala akhirnya terlihat dalam poster resmi yang dirilis. Kostum itu didominasi warna merah di bagian badan dan warna hitam di bagian lengan serta tangan.

Aktor Abimana Aryasatya menjelaskan kostum itu dibuat oleh salah satu perusahaan di Los Angeles, Amerika Serikat. Perusahaan itu sebelumnya membuat kostum untuk serial Watchmen dan Daredevil yang digarap Netflix.

Abimana sendiri mengaku terbang langsung ke Los Angeles untuk pengukuran kostum. Ia menghabiskan waktu selama 7 hari untuk pengukuran seluruh badan. Aktor berusia 36 tahun ini mengaku kostum Gundala sangat tidak nyaman digunakan, terlebih saat adegan laga. Ia selalu bercucuran keringat setelah memakai kostum tersebut karena sangat panas dan pengap. Bahkan di awal proses syuting ia sempat kesusahan bernapas, meski lama kelamaan jadi terbiasa.

Total ada empat kostum Gundala dengan desain yang sama, tiga dipakai oleh Abimana dan satu dipakai oleh pemeran pengganti.

[dari berbagai sumber]

Egi GP

Egi GP

Lahir di Sukabumi, 14 Mei 1978. Mantan Jurnalis Harian Merdeka, dan kini bekerja di PT Yudhistira Ghalia Indonesia sebagai editor. Ayah dua anak ini menamatkan pendidikannya di SMP Mardi Yuana Cicurug, SMA Negeri 3 Bogor, dan kuliah Jurusan English Literature di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur. Untuk menyalurkan hobinya menulis, Egi menjadi kontributor di sukabumiXYZ.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *