#FixzySukabumi: Bajingan Bertato Ular (Chapter 27): Penawaran

*The previous chapter: #FixzySukabumi: Bajingan Bertato Ular (Chapter 26): Kemunculan Don Marquez

————————————————————————

Grace, wanita pembunuh bayaran paling ditakuti di New York mencari lelaki bertato ular yang telah membunuh adik dan ibunya. Dunia hitam New York dibuatnya kalang kabut, tak satu pun bajingan di kota berjuluk Big Apple itu lepas dari angkara murka bernama Grace.

————————————————————————

“Sepertinya kau tidak terkejut,” ucap salah seorang pria dengan tato macan di lengannya.

“Ya, lift itu yang memberitahu bahwa akan ada yang tidak beres di sini,” kata Grace sambil tersenyum sinis. Mereka semua tertawa.

“Kau pintar juga ternyata,” ucap pria itu lagi. “Tapi kami datang kemari tidak untuk berpesta denganmu.”

Si pria dengan tato macan maju mendekati Grace yang menggenggam liontin nya. Anak buah Donny menatap Grace dan mencoba melihat reaksinya.

“Jadi, untuk apa kalian kemari? Aku pikir kalian ingin bermain denganku,” kata Grace seraya memasukkan liontinnya. Ia menatap pria bertato macan itu tajam.

“Kami ingin memberikan penawaran,” ucap suara detak yang berada di belakang orang-orang bertato itu. Grace mengerutkan keningnya.

“Penawaran? Apa yang kalian tawarkan? Dan mengapa kalian memberikan tawaran padaku?” Grace maju melewati si pria bertato macan, mencoba mendekati arah suara itu. Namun kumpulan pria bertato  itu seolah tidak mengijinkan Grace untuk mendekat. Suara tawa yang aneh terdengar.

“Kau penasaran siapa aku? Baiklah,” ucap suara serak itu. Perlahan, benteng yang memisahkan mereka mulai terbuka.

Terlihatlah sesosok pria tua yang duduk di kursi roda. Sisa-sisa kejayaannya terlihat di dadanya yang terbuka. Sebuah tato naga terukir di kulitnya yang keriput. Grace memicingkan matanya, anak buah Donny tiba-tiba saja mengacungkan senjatanya. Grace langsung mengangkat tangannya, namun anak buah Donny itu tetap tak bergeming.

“Ya! Kenapa kau mengacungkan senjatanya? Apa kau tidak lihat berapa banyak mereka? Apa kau pikir kau bisa mengalahkan mereka sendirian?!” Grace berbalik dengan kesal.

“Kau tidak tahu siapa dia kan?” ucap anak buah Donny. Grace terdiam. “Dia Fujita Akibara. Yakuza yang terkenal licik dan paling di benci di New York,” ucapnya lagi.

Grace menatap pria tua bernama Fujita itu. Pria itu terkekeh.

#CerpenSukabumi: Siapa membunuh David?

“Kau tahu siapa aku anak muda? Sepertinya kau pernah bertemu denganku di suatu waktu. Benar? Maafkan kesalahanku di masa lalu. Sekarang aku hanya pria tua tak berdaya.” Fujita tersenyum seraya memandang anak buah Donny yang memandangnya dengan penuh kebencian.

Grace berdehem pelan. “Baiklah Akibara. Apa tawaranmu?” Grace menyeringai. Anak buah Donny terkejut.

“Aku akan membantumu melawan Anonymous dengan segenap kekuatan yang aku miliki, aku akan menjadi punggungmu. Tapi tentu saja, kau harus membantuku juga,” ucap Fujita.

“Membantu apa?” Grace memiringkan kepalanya.

“Kau harus membantuku membunuh Gayo.” Wajah pria tua itu terlihat serius.

“Aku tidak tahu siapa itu Gayo. Kenapa kau ingin membunuhnya?” Grace mendekati Fujita. Anak buah Donny menurunkan senjatanya. Grace yang melihat itu mulai sedikit curiga.

“Gayo, pria yang memperkosa cucuku hingga hamil,” Fujita menjawab singkat. Grace memandang anak buah Donny dengan tanda tanya.

“Hei, kamu tahu sesuatu?” tanya Grace.

“Ya, Nona! Aku punya nama! Namaku Alex!” ucap anak buah Donny kesal. “Gayo adalah salah satu orang terkuat di Shadow. Bajingan itu memang selalu bermain dengan wanita. Dia memang banyak dicari mafia karena skandal semacam itu. Tapi, semua yang berusaha membunuhnya kalah telak,” jelas Alex, lalu ia terdiam. Grace mengangkat sebelah alisnya.

“Kau Yakuza licik. Kenapa kau memilih aku, dan bukannya mencari orang lain yang jauh lebih kuat dari aku? Atau kau bisa menghadapinya sendiri bukan? Apa kau takut?” Grace terlihat mengejek, namun Fujita tidak terlihat tersinggung.

“Iya, aku memang takut. Aku takut berurusan dengan Shadow. Karena di sini, kami hanya minoritas. Kau pikir kenapa aku memilihmu?” Fujita balik bertanya.

“Karena aku wanita?” Grace mendengus pelan.

“Iya. Itu yang pertama. Yang kedua, karena kau adalah putri dari Black Widow. Pembunuh paling ditakuti di New York. Jangan pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan setelah ibumu terbunuh. Kau menghantui setiap sudut kota yang penuh dengan gangster di kota New York. Mengacak-acak seisi kota ini dengan beringas dan amarah yang tidak terkendali. Tak sedikit orang yang kau bunuh, kau mengamuk seperti singa betina yang kelaparan. Kau mencari dan terus mencari mangsamu, hingga akhirnya kau menemukan titik terang. Kau jauh lebih kuat dan lebih teliti dari kau yang dulu. Aku bisa melihat itu. Insting-mu tajam. Dan aku yakin, Gayo sedang mengintaimu entah di mana. Dia pasti menginginkan dirimu. Kau adalah tantangan untuknya,” Fujita mengepalkan tangannya. Ia terlihat begitu yakin.

“Kau pasti sudah gila!” seru Alex tiba-tiba.

“Ya! Alex, kenapa kau begitu gusar?” Grace jengkel.

“Seharusnya kau lebih tahu, Nona! Gayo itu seperti laba-laba yang berusaha menarik mangsa dengan jaringnya! Jangan mau terjebak!” ucap Alex. Fujita terkekeh.

“Gunakan logikamu anak muda. Jika Grace menemukan Gayo, maka dia akan jauh lebih dekat dengan Anonymous. Jika Grace tidak mampu melawan Gayo, maka dia harus menyingkirkan keinginannya untuk membunuh Anonymous. So simple, right?” Fujita menyondongkan tubuhnya. “Bagaimana? Apa kau bersedia membantuku?” Sebuah seringai terlihat di bibir kakek tua itu.

Glyn

Glyn

Glyn lahir di Cicurug, 19 Agustus 1984. Ia tinggal di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, seorang ibu muda yang gaul, hobi menulis dan bikin cerpen. Glyn juga menjadi pendidik di kota tempat tinggalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *