Striker Persib dipinjam klub Italia, 5 fakta Como 1907 milik orang terkaya Indonesia

Como 1907 pernah dikuasai istri eks Persib hingga kemudian menjadi milik orang terkaya Indonesia.

Striker Persib Geoffrey Castillion resmi menjadi pemain pinjaman di klub Italia, Como 1907. Pemain asal Brasil itu berstatus pinjaman hingga Juni 2021 di klub kasta ketiga Liga Italia tersebut. Como 1907 pernah dikuasai istri eks Persib hingga kemudian menjadi milik orang terkaya Indonesia.

Dukungan diberikan banyak pihak dengan kepindahan Castillion ke Como 1907. Salah satunya dari pelatih Persib, Robert Alberts.

Buat Bobotoh yang belum tahu klub ini, berikut adalah lima fakta menarik tentang Como 1907. Kuy ah simak.

[1] Pendapat Coach Robert Alberts

“Peminjaman terhadap Geoffrey Castillion merupakan hal bagus karena ia akan kembali dalam kondisi bugar,” kata pelatih asal Belanda Robert Albert seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Rabu (3/2/2021).

[2] Apa kata Castillon?

Geoffrey Castillion bersyukur mendapat kesempatan bergabung dengan tim Serie-C Italia, Como 1907. Pemain asal Belanda tersebut dipinjamkan Persib ke Como hingga Juni 2021 atau sampai kompetisi Serie-C selesai.

Castillion mengatakan bergabung dengan Como merupakan kesempatan yang tidak ingin ia sia-siakan.

“Kompetisi di Indonesia memang sudah berhenti lama. Sekarang merupakan kesempatan bagus, karena akan main selama lima bulan di satu kompetisi di negara yang sepak bolanya bagus. Saya berharap setelah bisa kembali ke Persib dan bisa lebih baik lagi bermain,” kata Castillion.

[3] Bangkrut berulang kali dan pernah dimiliki istri eks Persib Bandung

Como pertama kali main di pentas Serie A Italia pada 1949. Empat tahun klub yang berbasis di Lombardi ini bermain di kompetisi tertinggi di Negeri Pizza tersebut. Setelah itu, Como lebih banyak bermain di kompetisi kasta terbawah. Baru pada 1984, Como kembali merasakan bermain di Serie A Italia.

Klub berjuluk I Lariani itu bermain selama lima musim di Serie A Italia. Lima musim di Serie A, Como sempat mencatat hasil cukup bagus pada musim 1986.

Klub yang dilatih Emiliano Mondonico, ini finish di urutan ke 9 Serie A musim 1986-87. Dua pemain Como di musim itu yang cukup menonjol adalah striker asal Swedia dan Corneliusson serta Marco Simone, striker yang bersinar bersama AC Milan, PSG dan Monaco.

Petaka datang bagi Como pada 1989 karena klub ini kemudian menghadapi kesulitan finansial. Pada awal abad ke-21, Como sempat bangkit setelah bermain di pentas Serie C1. Sayangnya pada 2001, klub ini kembali ditempa hal tak mengenakkan. Saat pertandingan melawan Modena di Seri B, terjadi insiden kekerasan yang melibatkan pemain.

Kapten mereka saat itu, Massimiliano Ferrigno bahkan mendapat hukuman larangan bermain sepak bola selama tiga tahun. Meski begitu pada musim 2002-2003, Como kembali mentas di Serie A. Desember 2004, klub ini dinyatakan bangkrut dan tak ada investor yang mau membantunya keluar dari maslah tersebut.

Untungnya saat itu FIGC berusaha membantu masalah finansial Como. Tetapi beberapa tahun kemudian, tepatnya musim 2016-2017, Como kembali dinyatakan bangkrut dan aset klub diakuisisi oleh istri dari eks Persib Bandung Michael Essien, Akosua Puni Essien.

Meski sudah mendapat pemilik baru, FIGC menolak untuk memasukkan Como ke pentas Serie C. FIGC merasa klub belum bisa memenuhi sejumlah syarat, maka mau tak mau Como bermain di pentas Serie D.

editor’s pivks:

Gengs, ini 5 artis kece bobotoh die hard Persib Bandung

Bobotoh Millenial Sukabumi, Ini Lho 5 Musisi yang Bikin Lagu Bertema Persib

Punya klub satelit di Liga 2, ini 5 kabar baik Persib buat Bobotoh di Sukabumi

[4] Kini milik orang terkaya di Indonesia

Como 1907 sendiri mungkin sudah tidak terlalu asing bagi pencinta sepak bola nasional. Oktober 2019, Grup Djarum melalui SENT Entertainment LTD mengakuisisi klub divisi 3 Italia, Como 1907. Dikutip dari Laprovincia di Como, SENT Entertainment LTD merupakan perusahaan berbasis di London namun mereka disokong penuh Robert Budi Hartono dan Robert Wijaya Suwanto.

Robert Budi dan Michael Bambang adalah dua bersaudara pemilik Djarum. Robert dan Michael merupakan orang terkaya di Indonesia. Pembelian Como oleh Grup Djarum sendiri menurut Robert Hartono didasari keinginan dirinya membantu perkembangan sepak bola nasional.

Nah itu tujuannya untuk membantu supaya PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) bisa berkembang nantinya, karena ini yang saya bina adalah junior 16 tahun ke atas,” ucapnya seperti dikutip dari CNBC.

#Ngakilima @SukaKopi. Pintu masuk Kantor Desa #Sundawenang, Kecamatan #Parungkuda, Kabupaten #Sukabumi. Kami buka 24 Jam


[5] Lakukan kesalahan, Como 1907 sebut Geoffrey dari Persing Bandung

Kekeliruan penulisan alias typing error dilakukan klub Italia, Como 1907. Tim yang berkompetisi di Serie C atau kasta ketiga Liga Italia itu mengumumkan Geoffrey Castillion datang dari Persing Bandung, bukan Persib Bandung.

Pengumuman mengenai kedatangan penyerang asal Belanda itu dimuat di laman resmi Como pada Selasa (2/2/2021). Dalam rilisnya, Como membuat tajuk “Geofrey Castillion Al Como Fino Al Termine Della Stagione“, yang artinya Geofrey Castillion di Como sampai akhir musim.

Dalam hal penulisan judul, tak ada yang salah dengan rilis Como. Striker Persib Bandung itu memang dipinjamkan ke klub yang dimiliki pengusaha asal Indonesia itu sampai musim 2020-21 berakhir.

Namun, sorotan ada dalam deskripsi rilis tersebut, terutama di paragraf pertama. “Il Como 1907 comunica l’arrivo in prestito dal Persing Bandung di Geoffrey Castillion,” tulis rilis, seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi Como.

Jika diartikan, kalimat itu menjelaskan bahwa Geoffrey Castillion datang dengan status pinjaman. Namun, kekeliruan terjadi dalam penulisan nama klub pemilik. Bukannya Persib Bandung, rilis Como justru menuliskan Persing Bandung.

Kekeliruan penulisan nama peman atau klub Indonesia yang dilakukan media-media asing memang lumrah terjadi. Namun, menjadi menarik karena Como merupakan klub yang dimiliki orang Indonesia, Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, melalui perusahaan Sent Entertainment Ltd yang berbasis di London, Inggris.

Kekeliruan penulisan nama Persib Bandung itu sudah bertahan sehari di laman resmi Como sejak diunggah sampai Rabu (3/2/2021), typing error atau kesalahan penulisan itu belum juga dibetulkan.

[dari berbagai sumber]

Feryawi Heryadi

Feryawi Heryadi

FERYAWI HERYADI adalah Pemimpin Redaksi sukabumiXYZ.com. Lahir di Sukabumi pada 17 Agustus 1975. Fery lebih berpengalaman di bidang disain grafis, pertama kali mempelajari disain grafis di Koran Republika, setelah itu menimba ilmu dan pengalaman disain grafis dari banyak media lokal, nasional, hingga regional. Pernah bekerja di Koran Investor Daily, majalah SINDO Weekly (MNC Grup), Majalah BUMN Insight, Pantau.com, Jakarta. FERYAWI kini sebagai konsultan disain grafis untuk beberapa perusahaan di Jakarta, serta konsultan media dan digital marketing Universitas Nusa Putra. Silakan klik www.feryheryadi.com untuk cek portofolio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *